Bondowoso
Polres Bondowoso bersama Forkopimda Gelar Pamor Keris untuk Tekan Penyebaran Omicron

Memontum Bondowoso – Mengantisipasi penyebaran Covid-19, terutama varian Omicron di Jawa Timur, seluruh jajaran Polri menggelar operasi Pamor Keris (Patroli Motor Penegakan Protokol Kesehatan di Masyarakat), Senin (24/01/2022) tadi. Tidak terkecuali, dengan Polres Bondowoso, yang juga menggelar apel pasukan operasi Pamor Keris.
Diawali dengan upacara gabungan yang diikuti oleh TNI-Polri, Satpol PP dan Dishub. Pelaksanaan pun berjalan lancar dan tertib.
Kapolres Bondowoso, AKBP Herman Priyanto SIK MSi, didampingi Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin dan Komandan Kodim 0822, Letkol Kav Widi Widayat ST, dalam kesempatan itu mengecek dan memastikan kesiapan seluruh personil dan perlengkapannya dalam apel.
Kyai Salwa-sapaan Bupati dalam sambutannya, mengatakan bahwa penyebaran virus varian Omicron di berbagai negara mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Di Indonesia sendiri, sudah ada 800 an kasus Omicron. Sementara di Jawa Timur, sudah ada delapan kasus varian Omicron.
Baca juga :
- HUT 112 Kota Malang, Pemkot Malang segera Tetapkan Logo Baru
- Pengawasan Menyeluruh THR, Pemprov Jatim Buka 54 Titik Posko Pelayanan Pengaduan
- Kolaborasi dengan Pihak Swasta, Pemkot Malang Gelar Mudik Gratis Tahun 2026
- Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jawa Timur, Ini Langkah Pemkab Kediri Cegah Inflasi
- Dukung Ketahanan Pangan, Bupati Malang Ikuti HLM TPID dan TP2DD Jatim 2026
Kendati relatif terkendali, tambahnya, namun dikhawatirkan bisa melonjak dan menjadi pandemi virus Corona gelombang ke tiga. Tingkat penyebarannya yang cukup tinggi, bahkan lima kali lipat dibanding varian Delta.
“Karena itulah, Polda dan Kodam Brawijaya V melakukan inovasi melalui Pamor Keris,” ujarnya.
Bupati berharap, TNI-Polri dan instansi terkait lainnya benar-benar melakukan Pamor Keris ini secara rutin dengan sasaran penegakan Protokol Kesehatan (Prokes). Sekaligus, dalam rangka cipta kondisi Harkamtibmas.
Di tempat yang sama, Kapolres AKBP Herman Priyanto, menambahkan bahwa personil gabungan akan berpatroli secara rutin ke titik-titik yang berpotensi menimbulkan kerumunanan. Seperti, Pasar Induk Bondowoso, Alun-alun Ki Bagus Asra dan tempat lainnya.
“Untuk melakukan usaha preemtif dan preventif melalui penegakan Prokes. Selama ini, polisi sudah berupaya melakukannya agar masyarakat tidak lengah,” ujarnya. (zen/gie)
















