Connect with us

Kota Malang

PPKM Jilid 2 Kota Malang Berikan Hasil Signifikan

Diterbitkan

||

Memontum Kota MalangPPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) jilid 2 akan usai esok lusa (8/2). Evaluasi penerapan PPKM bersama Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pun juga sudah dilakukan. Untuk Kota Malang sendiri, disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji, bisa dibilang berhasil.

“Alhamdulillah, selama PPKM ini posisi kesembuhan naik. Awalnya tingkat kesembuhan Kota Malang 82.7 persen, menjadi 84.4 persen,” jelas Sutiaji (6/2).
Tidak hanya itu, tingkat kematian juga turun, yang awalnya 9.2 persen menjadi 8.7 persen saat PPKM. Selanjutnya Positif Rate juga menurun dari 32 persen menjadi 27.4 persen.

“Dan yang terakhir Rate Transmission kita awalnya 1.2 persen, saat ini sudah 0 koma sekian persen. Artinya PPKM ini dengan membatasi pergerakan orang signifikan hasilnya,” papar Sutiaji.

Meski begitu dirinya mengaku belum tau apakah PPKM akan diperpanjang lagi atau tidak. Pasalnya, dari pihak Pemerintah Pusat masih belum ada informasi sampai saat ini.

“Diperpanjang atau tidaknya PPKM, saya minta kesadaran seluruh masyarakat bumi Arema yang kita cintai. Saat ini harus terapkan 6M, sudah tidak 3M lagi,” tambahnya.
6M yang dimaksud antara lain Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Mengurangi mobilitas, Menghindari kerumunan, dan Menjaga imun.

Baca Juga : Upaya Pemkot Malang Dalam Pemulihan Ekonomi

Walau penerapan PPKM di Kota Malang terbilang berhasil, himbauan penerapan prokes (protokol kesehatan) tetap digencarkan Sutiaji. Hal itu dipicu masih bertenggernya Kota Malang di posisi 5 besar yang memiliki Positif Rate tinggi.

“Jika prokes terus kita kuatkan, Insyaallah nanti bisa hidup berdamai dengan Covid-19. Seperti yang pak Presiden harapkan, dimana ekonomi tetap jalan, kesehatan juga dijaga. Tentu itulah yang kita kehendaki bersama juga,” terangnya.

Dia pun berharap masyarakat Kota Malang mampu menjadi contoh bagi masyarakat lain dalam penerapan prokes. Sehingga bisa menekan angka penyebaran Covid-19. (cw1/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.