Lumajang

Program Setor Madu, Bupati Lumajang Usung Pelayanan Publik ke Kecamatan Kedungjajang

Diterbitkan

-

LANGSUNG: Bupati Lumajang saat menyapa langsung warga dalam Program Setor Madu. (pemkab for memontum)

Memontum Lumajang – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, telah membuktikan bahwa pemerintah bisa benar-benar hadir di tengah rakyat tanpa protokol yang menjauhkan. Melalui Program Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setor Madu), pelayanan publik yang murah, sederhana dan dekat dengan rakyat, dapat terwujud di Kabupaten Lumajang.

Edisi ke empat Setor Madu yang digelar di Kecamatan Kedungjajang, Bupati Lumajang memperlihatkan bagaimana pelayanan bisa dilakukan secara langsung, cepat dan menyentuh, tanpa memerlukan biaya tinggi ataupun proses birokrasi yang melelahkan, Selasa (29/07/2025) tadi. “Setor Madu adalah bukti bahwa pelayanan publik tak harus mahal, tak harus rumit dan tak harus jauh dari rakyat. Pemerintah harus bisa datang langsung, melihat langsung dan melayani langsung,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, dalam apel bersama perangkat desa dan warga setempat.

Selama sehari penuh, layanan publik yang biasanya hanya tersedia di Kantor Kabupaten Lumajang, dibawa langsung ke masyarakat. Warga mendapat akses langsung terhadap pelayanan kesehatan gratis, dokumen kependudukan, bantuan sosial hingga kegiatan penghijauan, yang semua dalam suasana terbuka, ramah dan tanpa sekat.

Tidak ada antrean panjang, tak ada formulir berlapis, yang ada adalah sapaan hangat dari petugas, meja pelayanan yang sederhana dan pemimpin daerah yang mendengar langsung suara rakyatnya. “Kami ingin birokrasi ini lentur. Pelayanan yang baik bukan soal gedung megah atau seragam rapi, tapi tentang bagaimana rakyat merasa diperhatikan,” tambah Bunda Indah.

Advertisement

Baca juga :

Program ini, juga menjadi ruang interaksi yang hangat. Bunda Indah tak hanya menyapa dan mendengar, tapi juga turun langsung menyerahkan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Setiap pelukan, setiap senyum, menjadi bukti bahwa pelayanan terbaik lahir dari empati, bukan hanya dari sistem.

Setor Madu hadir bukan sekadar agenda kerja lapangan, tapi sebagai bentuk reorientasi pelayanan publik yang lebih merakyat. Ini adalah model pelayanan yang menghapus jarak antara pemerintah dan rakyat, sekaligus menghapus anggapan bahwa pelayanan hanya milik kota.

Apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lumajang hari ini patut menjadi inspirasi nasional. Bahwa negara bisa benar-benar hadir, bahkan di desa dan kecamatan, tanpa kemewahan, tanpa hambatan, hanya dengan niat tulus melayani.

Pelayanan publik semestinya bukan beban, tapi jembatan antara hak rakyat dan kewajiban negara. Dan Lumajang telah membuktikan bahwa jembatan itu bisa dibangun dari hal-hal sederhana, yaitu kehadiran, perhatian dan ketulusan. (kom/adi/gie)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas