Lumajang
Setor Madu di Kecamatan Ranuyoso, Bupati Lumajang Suguhkan Berbagai Pelayanan untuk Masyarakat

Memontum Lumajang – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, kembali melaksanakan Program Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setor Madu). Kali ini, dilaksanakan di Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Selasa (22/07/2025). Bahkan, Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang memimpin langsung setiap pelayanan pemerintahan dalam program unggulan Setor Madu.
Program yang sudah memasuki gelombang keduanya ini, bukan sekadar perpindahan meja kerja dari pendopo ke kecamatan. Namun, menjadi ruang aktualisasi keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah pinggiran.
“Setor Madu adalah komitmen nyata kami dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintahan harus hadir, bukan hanya dalam data, tetapi dalam wajah dan aksi nyata,” tegas Bunda Indah saat memimpin apel pagi di Halaman Kantor Kecamatan Ranuyoso.
Selama sehari penuh, warga disuguhkan beragam layanan esensial secara langsung. Pemeriksaan kesehatan gratis, penanaman pohon, pemberian bantuan sosial, hingga layanan administrasi kependudukan semuanya dihadirkan tanpa birokrasi yang berbelit.
Layanan yang biasanya mengharuskan warga menempuh perjalanan jauh kini bisa dinikmati tepat di halaman rumah mereka. Atmosfer gotong royong sangat terasa. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan Perangkat Daerah (PD), TNI, Polri, para kepala desa dan perangkat kecamatan. Semua menyatu dalam semangat pelayanan yang humanis.
“Kami ini pelayan rakyat. Maka sudah semestinya kami yang mendatangi rakyat, bukan rakyat yang bersusah payah mencari kami,” ucap Bunda Indah, disambut tepuk tangan ratusan warga yang memadati lokasi acara.
Baca juga :
Tak hanya pelayanan administratif, kegiatan ini juga menjadi panggung penguatan sosial. Penyaluran bantuan bagi masyarakat kurang mampu dilakukan langsung oleh Bunda Indah dengan pendekatan yang penuh empati. Satu per satu warga disapa, didengar aspirasinya dan diberi perhatian yang setara tanpa sekat antara pejabat dan rakyat.
Setor Madu sejatinya merevolusi cara pandang terhadap hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Program ini memotret kebutuhan dasar publik, akses yang mudah, cepat dan manusiawi terhadap layanan negara. Lebih dari itu, program ini juga membangun kembali kepercayaan publik bahwa negara hadir bukan hanya saat Pemilu, tapi juga saat rakyat membutuhkan pelukan kebijakan yang adil.
Bunda Indah menekankan bahwa inisiatif ini akan terus berlanjut di kecamatan-kecamatan lain. “Kami ingin birokrasi ini lentur, mampu menyesuaikan diri dengan denyut kebutuhan masyarakat. Inilah wajah baru pelayanan publik yang ingin kami bangun lebih dekat, lebih responsif dan lebih menyentuh,” ujarnya.
Inovasi pelayanan seperti Setor Madu patut diapresiasi dalam konteks nasional. Lumajang menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan humanis bisa menjadi jawaban. Dengan melibatkan semua lapisan, dari desa hingga kabupaten, program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi vertikal-horizontal mampu menghasilkan solusi konkret.
Bunda Indah telah membuktikan, ketika pemimpin berani turun tangan, pelayanan bukan lagi sekadar program, melainkan bentuk cinta. Kecamatan Ranuyoso hari ini bukan sekadar lokasi kegiatan, melainkan sebuah gambaran bahwa pelayanan publik tidak harus mahal dan rumit. (kom/adi/gie)














