Bengkulu
Respon Gempa Turki dan Suriah, Pemkot Bengkulu Siapkan Bantuan dari Gerakan Sedekah

Memontum Bengkulu – Kota Bengkulu menjadi kota pertama di Indonesia, yang menyalurkan bantuan ke Turki dan Suriah. Pemberian bantuan itu, merupakan inisiatif Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan, yang mana dirinya merasa prihatin dan iba atas musibah gempa bumi yang terjadi di Turki dan Suriah, hingga mengakibatkan ribuan korban jiwa.
Adapun bantuan yang rencananya diberikan, bukanlah bersumber dari APBD. Melainkan, dari gerakan sedekah Rp 2 ribu Pemkot Bengkulu, yang selama ini terus digalakkan dan memang diperuntukkan untuk membantu masyarakat tidak mampu, tertimpa bencana ataupun musibah lainnya.
“Kita turut berduka atas bencana gempa bumi yang menimpa masyarakat Turki dan Suriah. Dan, insyaallah besok kita akan bertolak ke Turki dan Suriah. Atau, kedutaan besarnya yang ada di Jakarta, untuk menyerahkan bantuan dari masyarakat Kota Bengkulu,” ujar Wali Kota Helmi, Rabu (08/02/2023) tadi.
Baca juga :
- Paripurna DPRD, Bupati Lumajang Pastikan APBD untuk Masyarakat
- Pelatihan Petugas Sensus, Sekda Erik Tegaskan Tanpa Data Akurat Pemerintah Sulit Tentukan Arah Pembangunan
- Temukan Sejumlah Aduan, Ketua DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Pelaksanaan MBG
- Perkuat Iklim Investasi dan Percepatan Pembangunan Daerah, Bupati Malang Buka Pelatihan Petugas Sensus
- Evaluasi MBG, Pemkot Malang Usulkan Keterlibatan Sejak Awal Penentuan Lokasi SPPG
Ditambahkannya, bahwa untuk total bantuan nantinya berjumlah sekitar Rp 100 juta. “Dimana, Rp 50 juta untuk saudara kita di Turki dan Rp 50 juta, untuk saudara kita di Suriah. Sebagai bagian dari masyarakat dunia, ini menjadi sesuatu yang wajar dan seharusnya bila Kota Bengkulu ikut bagian untuk saling membantu,” sambungnya.
Sebagaimana diketahui, Gempa yang terjadi di dekat Kota Gaziantep,
disusul oleh banyak gempa susulan yang salah satunya berkekuatan hampir sama besar dengan gempa pertama. Gempa yang mengguncang Turki, ini tergolong besar, berdasarkan magnitudonya sebesar 7,8. Gempa ini mengguncang hingga 100 kilometer dari garis patahan, menyebabkan kerusakan serius pada bangunan-bangunan di sekitar patahan. (mc/bkl/sit)
















