Kota Malang

Revitalisasi Alun-Alun Merdeka Tak Kunjung Dimulai, Ini Penjelasan Wali Kota Wahyu

Diterbitkan

-

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Rencana revitalisasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang hingga kini belum juga terealisasi. Meskipun, sebelumnya untuk rencana pelaksanaan sudah dirancang lebih dari setahun lalu. Termasuk, sumber dana pelaksanaan yang rencananya didanai oleh CSR Bank Jatim, dengan anggaran sekitar Rp 5,5 miliar.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa keterlambatan itu disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah pergantian jajaran direksi di Bank Jatim.

“Kan, kemarin ada pergantian direksi di Bank Jatim. Jadi, kita menunggu perkembangan direksi itu. Karena mulai dari Dirut ganti semua, setelah itu selesai baru kita tanyakan,” kata Wali Kota Wahyu, Senin (16/06/2025) tadi.

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang juga memilih menunda pelaksanaan revitalisasi, agar tidak mengganggu kegiatan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, yang akan digelar di Kota Malang dalam waktu dekat ini. “Kita juga tunggu Porprov selesai. Karena kalau kita bangun sekarang, orang-orang yang ingin melihat Alun-Alun, maka akan terganggu karena ada pekerjaan. Insyaallah, nanti setelah Porprov kita langsung mengerjakan,” ujarnya.

Advertisement

Baca juga :

Kemudian, ditambahkannya bahwa penundaan tersebut turut dipengaruhi oleh keinginan Pemkot Malang, yaitu untuk melibatkan partisipasi masyarakat dalam merancang desain revitalisasi. “Kemarin kita agak lama, itu karena saya ingin Alun-Alun direvitalisasi bukan hanya kehendak dari Pemkot Malang. Tetapi juga, lebih dari keinginan masyarakat. Jadi, kita duduk bersama, yok opo enake (bagaimana baiknya, red) Alun-Alun iki. Jadi saat dibangun nanti, kalau ada yang kurang sudah dikaji dari awal,” ucapnya.

Adapun beberapa penyesuaian desain, ujarnya, dilakukan berdasarkan masukan masyarakat. Unsur playground, area di sekitar Masjid Agung Jami dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi bagian yang dikaji ulang. Empat sudut Alun-Alun, juga tetap akan dipertahankan.

Meski begitu, secara umum konsep revitalisasi tidak mengalami perubahan besar dari rencana semula. Beberapa titik yang akan dibenahi antara lain air mancur tengah yang akan disulap menjadi dry fountain multifungsi sebagai panggung, arena bermain yang lebih aman dan menarik, serta penambahan fasilitas umum seperti toilet, ruang menyusui, fasilitas disabilitas, penerangan dan kursi taman.

“Untuk pojok baca dan layanan-layanan yang ada di pojok lainnya tetap kami pertahankan. Karena kalau tidak ada layanan itu, seperti bukan Alun-Alun,” imbuh Wali Kota Wahyu. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas