Kota Malang

Revitalisasi Pasar Besar Kota Malang, Diskopindag Terus Matangkan Detail Engineering Design

Diterbitkan

-

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, terus mematangkan rencana revitalisasi Pasar Besar Kota Malang. Hal ini, sebagaimana disampaikan Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi.

Dijelaskannya, bahwa saat ini Pemkot Malang sedang menyelesaikan Detail Engineering Design (DED), karena sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi pada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Dalam rencana pembangunan ini, tentunya akan melibatkan dukungan dari Pemerintah Pusat. Termasuk, mengenai kondisi pasar agar terhindar dari banjir.

“Kalau posisi pasar lebih rendah dari jalan, itu nanti kecenderungan terjadi banjir semakin besar. Makanya di dalam perencanaan kita nanti akan disamakan dengan jalan atau lebih tinggi dari jalan, sedikit. Sehingga itu untuk mengantisipasi supaya pasar itu tidak banjir, tidak kumuh dan tidak becek,” kata Eko, Sabtu (25/01/2025) tadi.

Menurut Eko, kondisi Pasar Besar saat ini juga sangat memprihatinkan, baik dari segi struktur bangunan maupun fungsi pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi. Pasar yang dibangun pada tahun 1989 itu dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan revitalisasi total untuk mengakomodasi kebutuhan jangka panjang.

Advertisement

Baca juga :

“Kita harus berpikir untuk 30 tahun ke depan. Kalau hanya direnovasi tanpa menaikkan levelnya, risiko banjir tetap tinggi. Oleh karena itu, revitalisasi ini bukan lagi soal setuju atau tidak, tetapi soal kebutuhan mendesak,” tambahnya.

Selain mengatasi masalah banjir, rencana pembangunan juga mencakup pembenahan total drainase, peningkatan sirkulasi udara, serta penerapan standar pasar sehat dan ber-SNI (Standar Nasional Indonesia). Eko berharap Pasar Besar dapat menjadi ikon Kota Malang yang modern dan layak menjadi percontohan nasional.

Untuk revitalisasi Pasar Besar diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 250 hingga Rp 275 miliar yang sepenuhnya akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Kami sangat bersyukur atas dukungan pemerintah pusat. Ini adalah hasil kerja keras dari berbagai pihak, mulai dari pemerintahan sebelumnya hingga saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, selain menyelesaikan DED, Pemkot Malang juga memprioritaskan sosialisasi kepada para pedagang. Eko menegaskan pentingnya komunikasi yang intensif agar para pedagang memahami manfaat revitalisasi ini.

Advertisement

“Nanti kami akan terus berkomunikasi dengan pedagang agar mereka memahami pentingnya revitalisasi ini. Dengan pendekatan yang baik, kami optimis pedagang akan mendukung langkah ini demi masa depan yang lebih baik,” imbuh Eko. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas