Kota Malang
Ruang Kelas Roboh, Siswa SMK Islam Ma’arif Malang Terpaksa Gelar Ujian di Tenda Darurat

Memontum Malang – Robohnya ruang kelas SMK Islam Ma’arif Kota Malang, yang beberapa waktu lalu terdampak dari tingginya intensitas hujan disertai angin kencang, membuat siswa-siswi SMK Islam Ma’arif harus melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS) di tenda darurat. UAS Semester Ganjil sendiri, dilaksanakan sejak Senin (06/12/2021) sampai Sabtu (11/12/2021) mendatang. Kemudian, akan dilanjutkan ujian remidi bagi yang belum memenuhi KKM sampai Senin (13/12/2021).
Kepala Sekolah SMK Islam Ma’arif, Naning Sugiarti, S.Pd, menceritakan bahwa kejadian robohnya ruang kelas, terjadi pada Rabu (01/12/2021) dini hari. “Kalau melihat kondisi kelas yang roboh, memang ini sudah tergolong bangunan lama. Jadi, ketika hujan deras terjadi, saat itu tiba-tiba ada kabar bahwa atap kelas ambruk,” kata Naning Sugiarti kepada wartawan, Kamis (09/12/2021).
Kepsek SMK Islam Ma’arif tersebut juga menjelaskan, bahwa terdapat satu ruang kelas yang atapnya roboh total. “Yang parah hanya 1 kelas, yaitu sampai bolong. Sementara lainnya hanya lubang sedikit,” imbuh Naning.
Baca juga :
- Polemik Perizinan Aston, DPRD Kota Malang Sebut Keputusan Final Dijadwalkan Pekan Depan
- Bupati Banyuwangi Pantau Progres Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat
- Temukan Batu Batolit yang Diduga Watu Dakon, Disparbud Kabupaten Malang Sebut Perlu Kajian
- Pelantikan 8 JPTP Kota Malang Tunggu Keputusan Wali Kota, BKPSDM Sebut Nama Sudah Masuk Boks Talenta
- Perkuat Lumbung Pangan Jatim, Sektor Pertanian Kabupaten Jember Semakin Produktif
Dirinya juga menjelaskan, bahwa paska ambruk atau selama Kamis sampai Sabtu, siswa-siswi melakukan KBM di luar kelas atau belajar di alam. “Alhamdulillah, Minggu kemarin kita dapat bantuan dari BPBD berupa tenda darurat untuk pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) selama 10 hari,” terangnya.
Setelah pelaksanaan PAS dan remidi, dijelaskan Naning,.bahwa siswa-siswi akan melakukan libur akhir semester. “Kami sudah melakukan komunikasi dengan beberapa pihak terkait. InsyaAllah kedepannya, kami berharap segera direnovasi sebaik mungkin agar anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” terang Naning. (cw1/sit)
















