Connect with us

Kota Malang

Sapa Warga Kelurahan Kauman, Wali Kota Malang Disambati Optimalisasi Kayutangan Heritage

Diterbitkan

||

Sapa Warga Kelurahan Kauman, Wali Kota Malang Disambati Optimalisasi Kayutangan Heritage

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, bersama dengan Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji, dan jajaran Kepala Dinas Kota Malang, melakukan sambang kelurahan di Balai RW09 Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (20/01/2023) tadi. Kegiatan sambang kelurahan tersebut, merupakan program yang sudah kali ketiga ini, dijalankan dan dilakukan wali kota dengan didampingi kepala dinas.

Dalam pelaksanaan tersebut, sebelum menyapa warga yang sudah berkumpul di balai RW, Wali Kota Sutiaji sebelumnya mengunjungi delapan titik rumah warga yang diberikan bantuan sosial. Empat diantaranya, berada di wilayah Kelurahan Bareng dan empat lainnya di wilayah Kelurahan Kauman.

Bantuan tersebut, diberikan untuk Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ), masyarakat lanjut usia (Lansia), penyandang disabilitas, anak stunting hingga warga dengan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, menyampaikan jika respon dari masyarakat kepada Pemkot Malang, itu sangat baik. Sehingga, penguatan-penguatan lainnya akan terus dilakukan dan akan ditambah.

“Dari tiga putaran yang sudah dilakukan, rata-rata kami menilai cukup baik. Respon dari masyarakat juga baik terus, kita juga eksekusinya baik dan harus ada penambahan penguatan yang lainnya,” ujar Wali Kota Sutiaji.

Kemudian, tambahnya, dalam kegiatan sambang kelurahan tersebut, masyarakat juga menyampaikan terkait dengan keluhan yang dirasakan. Seperti, permasalahan sosial, ekonomi, infrastruktur dan kesehatan.

“Kami ingin menyasar, bahwa kegiatan yang kami lakukan ini bukan hanya urusan sektoral saja,” papar Wali Kota Malang. 

Baca juga :

Dengan adanya keluhan dari masyarakat tersebut, ungkap Sutiaji, maka pihaknya juga akan langsung menginstruksikan kepada masing-masing perangkat daerah, untuk melakukan penanganan dan eksekusi terhadap keluhan warga tersebut. “Contoh, masalah lingkungan hidup atau sampah. Termasuk, masalah pendidikan dan masalah PAUD,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati, menyampaikan jika yang menjadi keluhan warga terkait dengan Kayutangan Heritage, yakni mengenai masalah kantong parkir. Sebab, dirinya menilai banyaknya kendaraan wisatawan yang terparkir bebas di trotoar.

“Biasanya, wisatawan itu berkendara dan memarkirkan kendaraannya langsung di trotoar jalan. Sehingga, itu menjadi tidak nyaman. Malahan, kebanyakannya kendaraan berdempetan dengan tempat duduk atau kursi di Kayutangan Heritage. Saya pernah duduk-duduk di kursi dan ketampel sama sepeda motor,” beber Mila.

Karena itu, dirinya berharap, agar Pemkot Malang dapat segera mencarikan solusi terbaik. Yakni, dengan menyiapkan penataan tempat parkir yang cukup. Sehingga, fungsi trotoar dapat benar-benar dikembalikan untuk tracking jalan.

Selain itu, Mila juga memberikan masukan kepada dinas terkait, agar dapat menertibkan beberapa kafe di koridor Kayutangan. Sebab menurutnya, ada beberapa kafe yang telah mengambil alih kursi yang disediakan untuk masyarakat umum.

“Ketika warga kami ingin duduk-duduk di koridor, setiap kursi yang seharusnya ditempati oleh pengunjung umum, ini digunakan oleh kafe-kafe. Akhirnya, ini juga mengganggu perjalanan,” papar Mila. (rsy/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *