Politik
Sertijab dan Penyampaian Visi Misi, Mas Rio – Ulfiyah Siap Jalankan 11 Program Prioritas untuk Situbondo

Memontum Situbondo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Situbondo menggelar rapat paripurna serah terima jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati serta Penyampaian visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Situbondo periode 2025-2030, Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Ulfiyah, Kamis (06/03/2025) tadi.
Rangkaian pelaksanaan tersebut, ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Sekretaris Daerah (Sekda) mewakili Plt bupati sebelumnya dan Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Hadir di rapat paripurna itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Forkopimda, pimpinan OPD dan pejabat lain.
Ketua DPRD Situbondo, Mahbub Junaidi, dalam sambutannya mengapresiasi kinerja Pj Bupati sebelumnya atas kontribusinya dalam pembangunan daerah. Dirinya berharap, Bupati dan Wakil Bupati yang baru dapat menjalankan tugas dengan baik demi kesejahteraan masyarakat Situbondo.
“Kami percaya di bawah kepemimpinan Mas Rio dan Mbak Ulfi, kabupaten ini akan terus tumbuh pesat menuju Situbondo Naik Kelas melalui program pembangunan berkualitas,” kata Mahbub Junaidi.
Sementara itu, Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan DPRD, Forkopimda, OPD dan seluruh masyarakat atas doa serta dukungan dalam penyelenggaraan Sertijab. Dirinya juga menegaskan, bahwa program kerja yang diusungnya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Situbondo.
“Amanah dan tanggung jawab ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Pesta demokrasi telah usai, saatnya kita bersatu membangun Situbondo selama lima tahun ke depan,” kata Mas Rio-sapaan Bupati Situbondo.
Mas Rio juga menekankan, akan pentingnya sinergitas antara DPRD, Forkopimda, OPD, tokoh ulama, tokoh masyarakat dan instansi vertikal guna menghapus polarisasi politik pasca-Pemilu. “Kita harus bekerja sama secara hirarki untuk membangun Situbondo. Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, para kiai, alim ulama, partai politik serta berbagai elemen yang telah mendukung kami,” tambahnya.
Baca juga :
Dirinya juga menyampaikan, bahwa dirinya bersama Wabup Ulfiyah telah berkomitmen untuk fokus pada 11 program prioritas yang akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Program ini, mencakup penanganan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan serta layanan publik lainnya.
“Kami tidak ingin ada rakyat yang kesulitan makan, tidak mendapat akses kesehatan, mengalami kesulitan air bersih atau tidak bisa sekolah karena faktor ekonomi,” tegasnya.
Selain itu, dirinya juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi dengan penerapan prinsip 4S, yakni Senyum, Salam, Sapa dan Solutif. “Saya tidak ingin mendengar ada masyarakat yang dipersulit dalam layanan perizinan atau mengalami kesulitan mengakses program bantuan. Mari kita pastikan birokrasi hadir untuk melayani, bukan sekadar berkuasa,” tegasnya.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Mas Rio menekankan efisiensi anggaran dan inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah. “Dengan APBD sebesar Rp 1,852 triliun serta adanya Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, kita harus semakin inovatif dan tidak menjadikannya alasan untuk menurunkan kinerja,” ujarnya.
Dirinya juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk DPRD, untuk aktif mengejar peluang investasi dan pembangunan guna mempercepat kemajuan Situbondo. “Kita harus memanfaatkan jaringan politik yang ada, untuk membawa investasi besar ke Kabupaten Situbondo, tanpa melupakan identitas kita sebagai Kota Santri,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak mengucapkan selamat atas pelantikan Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Ulfiyah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Situbondo. “Pemerintah Provinsi Jawa Timur tegak lurus dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran dalam menyusun program-program kerja. Kami berharap Situbondo terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wagub Emil.
Dirinya juga memberikan perhatian, terhadap angka kemiskinan di Situbondo, yang saat ini berada di angka 11,51 persen dan berharap angka tersebut dapat ditekan agar Situbondo semakin maju. “Jika kemiskinan bisa ditekan, maka Situbondo benar-benar akan Naik Kelas,” papar Emil. (her/sit)
















