Kabupaten Malang

Sikapi Rekom Selter di Kemendagri, Bupati Sanusi Pilih Menunggu dan DPRD Dorong untuk Jemput Bola

Diterbitkan

-

Bupati Malang, HM Sanusi. (memontum.com/sit)

Memontum Malang – Belum turunnya rekomendasi dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap selektif terbuka (Selter) lima dari tujuh pejabat Eselon II Pemkab Malang, menuai dua respon berbeda. Jika eksekutif lebih memilih untuk bersikap menunggu, namun tidak demikian dengan legislatif.

Hal ini, sebagaimana disampaikan Bupati Malang, HM Sanusi, kepada memontum.com, Kamis (28/11/2024) tadi. Ditemui seusai pelaksanaan rapat paripurna DPRD Kabupaten Malang, Bupati Sanusi mengatakan bahwa dirinya akan menunggu rekomendasi itu turun dari Kemendagri.

“Belum, belum turun. Kita menunggu,” kata Bupati Sanusi.

Ditanya mengenai rencana jemput bola ke Kemendagri, kembali dirinya mengatakan akan menunggu rekomendasi itu. “Kita tunggu saja,” ujarnya.

Advertisement

Baca juga :

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah, menjelaskan bahwa rekomendasi itu sudah diajukan tiga bulan lalu. Selain pengajuan, juga ada perubahan dari tujuh pejabat menjadi lima.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, saat dikonfirmasi mengenai mandegnya rekomendasi di Kemendagri, mengatakan bahwa DPRD sudah mendorong eksekutif untuk melakukan jemput bola. Itu karena, pengajuan tidak hanya menyangkut pejabat Eselon II. Namun, juga eselon di bawahnya.

“Dewan sudah meminta untuk jemput bola. Karena, ini bukan hanya Eselon II,” katanya.

Disinggung mengenai adanya revisi Selter untuk pejabat, dirinya mengaku tidak paham dan tidak tahu mengenai hal itu. Karena yang menjadi titik pertanyaan dewan adalah secara global dan bukan di Eselon II.

Advertisement

“Kalau soal revisi, saya malah tidak tahu. Yang dewan tanya ke eksekutif, itu lebih kepada bagaimana hasilnya. Termasuk, mengenai Selter Direktur RSUD Kanjuruhan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), yang nggak jadi,” ungkapnya. (sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas