Kota Malang

Silaturahmi bersama Ratusan Ojol, Wali Kota Malang Ajak Sarapan Pagi dan Tampung Aspirasi

Diterbitkan

-

KEBERSAMAAN: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat melakukan silaturahmi dan sarapan pagi bersama Ojol. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengajak ratusan Ojek Online (Ojol) di Kota Malang, untuk silaturahmi dan sarapan pagi, di sekitar Jalan Sutan Syahrir, Rabu (03/09/2025) tadi. Kegiatan itu, direncanakan akan berlangsung selama dua hari, atau hingga Kamis (04/09/2025) besok.

“Kami ingin mengajak semua untuk makan bersama dengan semua ojek online di Kota Malang. Sambil sarapan, kita bisa berdiskusi secara tidak formal. Alhamdulillah, banyak hal yang bisa dibicarakan dan sejumlah keluhan ojol juga bisa langsung diatasi,” ujar Wali Kota Wahyu.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah aspirasi disampaikan para pengemudi. Salah satunya, terkait Terminal Arjosari.

Wali Kota Wahyu juga menjelaskan, bahwa pengelolaan terminal itu merupakan kewenangan pemerintah provinsi dan kementerian. “Tetapi tadi sudah saya sampaikan juga, bahwa sudah meminta Dinas Perhubungan Kota Malang berkoordinasi agar tidak ada pungutan masuk bagi Ojol yang hanya sekadar melintas atau menjemput penumpang,” tambahnya.

Advertisement

Para Ojol, menurutnya juga menekankan pentingnya menjaga Kota Malang agar tetap aman dan kondusif. Karena dengan adanya insiden yang menimbulkan keresahan masyarakat, berimbas langsung pada mata pencaharian Ojol.

Baca juga :

“Mereka ingin Kota Malang tetap damai dan nyaman. Kalau kota aman, mereka juga bisa bekerja tanpa rasa takut,” kata Wali Kota Wahyu.

Di akhir, dirinya juga menegaskan bahwa pemerintah hadir bersama jajaran Forkopimda untuk memastikan keamanan dan kenyamanan Kota Malang. “Kami pastikan Malang aman. Ojol bisa bekerja seperti biasa, tanpa rasa takut,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan ojol, Diah, mengungkapkan apresiasinya atas forum silaturahmi tersebut. Menurutnya, komunitas Ojol Malang Raya selama ini solid menjaga kondusivitas. “Kemarin kami hanya doa bersama di Simpang Balapan dan tidak ada demo atau kerusakan. Kami menghargai Malang ini damai, tetap jogo Malang agar kondusif,” ungkapnya.

Advertisement

Selain itu, dirinya juga berharap kepada pemerintah, agar memberikan perhatian lebih pada keluarga korban Affan, salah satu Ojol yang terkena musibah di Jakarta. Termasuk fasilitasi pendidikan dan lapangan pekerjaan.

“Kalau bisa proses hukum tetap lanjut, jangan sampai seperti kasus Kanjuruhan yang terkesan tidak ada tindak lanjut,” imbuh Diah. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas