Kota Malang

Tingkatkan Produksi Padi dan Jagung, Dispangtan Kota Malang Targetkan Masa Tanam Tiga Kali Setahun

Diterbitkan

-

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang menargetkan peningkatan intensitas masa tanam padi dan jagung hingga tiga kali dalam setahun pada 2025 ini. Hal ini dilakukan, untuk meningkatkan produksi pertanian di tengah keterbatasan lahan yang tidak bisa diperluas.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa di tahun sebelumnya masa tanam hanya mencapai 2 hingga 2,5 kali dalam setahun. “Sehingga harapan kami dari Dispangtan, ini ke depan para kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bisa mendorong peningkatan menjadi tiga kali dalam setahun untuk meningkatkan hasil produksi. Karena di Kota Malang ini lahan pertanian tidak bisa menambah luasan, yang bisa hanya menambah masa tanam,” jelas Slamet, Jumat (31/01/2025) tadi.

Meskipun bukan kota produsen utama, Kota Malang tetap memiliki sektor pertanian yang aktif. Pada periode tanam akhir 2024 hingga pertengahan 2025, lahan tadah hujan masih bisa dimanfaatkan untuk produksi jagung dan padi. Itu dalam satu kali masa tanam yang berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan, hasil panen jagung dapat mencapai 7 hingga 8 ton perhektar.

“Tapi produksi ini bergantung pada ketersediaan lahan, terutama di wilayah Kedungkandang. Jika dilakukan tumpangsari, luas tanam bisa lebih besar. Namun, jika petani menanam satu jenis komoditas dalam satu hamparan, maka hasilnya akan menyesuaikan dengan komoditi yang dipilih,” katanya.

Advertisement

Baca juga :

Di tahun 2025 ini, Dispangtan Kota Malang juga memfasilitasi 600 kg benih jagung untuk 50 hektar lahan, sementara sisanya dipenuhi secara mandiri oleh petani. Selain itu, Kota Malang juga mengusulkan bantuan 2.000 kg benih padi untuk tahun 2025, sama seperti tahun sebelumnya.

“Untuk mendukung produktivitas pertanian, pemerintah juga menyediakan pupuk subsidi dengan alokasi 501 ton urea dan 625 ton NPK pada awal 2025. Biasanya di akhir tahun akan ada tambahan alokasi setelah usulan dari petani, poktan, dan gapoktan dikirim ke provinsi, lalu ke pusat,” tambahnya.

Selain pupuk, Dispangtan Kota Malang juga mengusulkan berbagai bantuan alat pertanian, seperti hand sprayer, hand tractor, jaring pengaman bulir padi, serta pestisida dan insektisida. Petani bisa mengajukan bantuan ini melalui poktan dengan mengirimkan surat atau proposal.

“Harapan kami dengan optimalisasi ini, produksi pertanian di Kota Malang dapat terus meningkat,” imbuh Slamet. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas