Connect with us

Pamekasan

Tolak Kenaikan Harga BBM, PKS Pamekasan Turun Jalan

Diterbitkan

||

Tolak Kenaikan Harga BBM, PKS Pamekasan Turun Jalan

Memontum Pamekasan – Sejumlah pengurus, kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pamekasan, menggelar flashmob di Alun-Alun Arek Lancor Pamekasan, Minggu (11/09/2022) tadi. Flashmob tersebut dilakukan, untuk menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PKS Pamekasan, Abdullah, menjelaskan bahwa bangsa ini telah mengalami pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun. Kondisi ini, mengakibatkan ekonomi secara nasional mengalami deflasi. Kelesuan ekonomi ini membuat angka pengangguran terbuka semakin besar.

“Data BPS menyebutkan, bahwa perFebruari 2022 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPK) Indonesia sebesar 5,83 persen atau setara 8,40 juta penduduk. Banyak sektor bisnis paska pandemi Covid-19 belum pulih benar, ditambah pengumuman kenaikan BBM bersudsidi memukul segala sektor ekonomi,” katanya.

Abdullah juga mengatakan, bahwa kenaikan harga BBM di tengah menurunnya harga minyak dunia, sangat menciderai rasa keadilan bagi masyarakat kecil Indonesia. Serta, kurang masuk diakal dan membuat rakyat semakin sengsara.

“Kenaikan harga BBM bersubsidi di tengah menurunnya harga BBM dunia, yang saat ini sedang turun di 80 US Dolar per-barel sungguh tidak dapat diterima oleh akal sehat dan rasa keadilan masyarakat. Dikarenakan APBN 2022 mematok pagu harga BBM di 100 US Dolar per-barel,” jelasnya.

Baca juga :

Lebih lanjut Abdullah menegaskan, bahwa flashmob penolakan kenaikan harga BBM dilakukan karena sesuai dengan instruksi dari pimpinan pusat Partai PKS. Dan hal tersebut, dilaksanakan secara serentak di seluruh DPW, DPD, DPC, kader dan simpatisan partai PKS di seluruh Indonesia.

Selaras dengan Abdullah, Ketua Fraksi PKS DPRD Pamekasan, Suryono mengatakan bahwasanya kenaikan BBM saat ini tidak masuk akal. Apalagi keputusan kenaikan harga BBM, dilakukan itu pada hari Sabtu, yakni hari libur.

“Rakyat di bawah sangat menjerit terkait kenaikan BBM ini, maka dari itu partai PKS secara tegas mengatakan sikap menolak kenaikan ini. Dan kami akan terus mendukung masyarakat untuk menolak kenaikan ini, sampai pemerintah mencabut atau menurunkan,” tuturnya.

Suryono menambahkan, bahwa kondisi masyarakat saat ini sedang kesulitan secara ekonomi paska pandemi. Kenaikan ini berdampak pada semuanya, PKL, UMKM, petani, supir angkot, ojek, dan lainnya. Maka dari itu, aksi damai ini dilakukan untuk mengetuk hati penguasa. (azm/srd/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.