Kota Malang
Tunggu Keputusan SDA Provinsi, DLH Kota Malang Siap Sediakan Bibit untuk Penggantian Pohon di Suhat

Memontum Kota Malang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang siap menyediakan bibit pohon untuk kebutuhan penanaman kembali di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), pasca penebangan sejumlah pohon akibat proyek drainase. Hal itu disampaikan, Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang.
“Intinya, kalau kami diminta untuk penanaman di Suhat, kami siap. Dalam rangka penggantian bibit pohon yang kemarin, sudah ada 1.000 bibit dari Polinema, kemudian 147 bibit dari DLH Kota Malang dan 147 bibit dari Provinsi,” ujar Raymond, Sabtu (29/11/2025) tadi.
Namun, untuk penentuan jenis tanaman, menurutnya masih menunggu arahan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur selaku pelaksana proyek drainase. Pertimbangannya adalah kondisi ruang tanam di lapangan, termasuk keterbatasan area.
“Contoh di depan Polinema, jarak antara pagar dan drainase hanya 30–40 cm, jadi tidak memungkinkan ditanami pohon. Yang bisa itu pot-pot besar untuk tanaman hias atau lainnya. Tetapi kami masih menunggu keputusan resmi,” katanya.
Baca juga :
Mengenai jenis bibit, Raymond menegaskan bahwa 1.000 bibit dari Polinema, 147 dari DLH, dan 147 dari Provinsi merupakan tanaman berbeda-beda, bukan Tabebuya. Namun, DLH siap menyediakan Tabebuya apabila arahan teknis memutuskan jenis tersebut yang akan ditanam.
“Kalau memang nanti bisa ditanami Tabebuya, DLH Kota Malang siap untuk kebutuhan bibit berapa pun yang dibutuhkan di Suhat,” tuturnya.
Bibit yang disiapkan berasal dari sumbangan Polinema, DLH, dan SDA Provinsi, termasuk hasil penggantian dari pohon yang ditebang. Hal itu sesuai Perda 2004, yang mewajibkan setiap pihak yang mengajukan penebangan pohon untuk mengganti dengan bibit baru.
Dalam aturan tersebut, penggantian bibit ditentukan berdasarkan diameter pohon, apabila diameter 10–30 cm, wajib mengganti sekitar 50 bibit, kemudian apabila diameter 30–50 cm, wajib mengganti 75 bibit dan diameter lebih dari 50 cm, bisa mencapai 100 bibit atau lebih.
“Bibit tahap penggantian dari DLH dan Provinsi saat ini sudah siap, namun penanaman menunggu keputusan teknis lanjutan dari SDA Provinsi,” imbuh Raymond. (rsy/sit)











