Kota Malang
Dishub Kota Malang Siapkan Rp 1,9 Miliar untuk Skema BTS Transportasi Pelajar di 2026

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,9 miliar pada APBD 2026 untuk penerapan skema Buy The Service (BTS) khusus transportasi pelajar. Kebijakan tersebut, diharapkan dapat menghidupkan kembali operasional Angkutan Kota (Angkot) sekaligus memperkuat layanan transportasi publik.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa anggaran tersebut bukan untuk peremajaan armada, melainkan murni untuk subsidi layanan Angkot yang akan difungsikan sebagai transportasi pelajar.
“Kami berhitung di awal, sudah ada konsepnya. Itu bentuknya subsidi BTS untuk anak sekolah. Dimungkinkan juga ada pengaturan re-routing, termasuk bagian dari feeder nanti,” ujar Jaya, Sabtu (29/11/2025) tadi.
Baca juga :
Jaya menegaskan, bahwa Rp 1,9 miliar tidak digunakan untuk peremajaan angkot, karena besaran anggaran tidak memungkinkan. Sebagai gantinya, Pemkot Malang akan mengonversi layanan transportasi pelajar yang sebelumnya dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
“Anak sekolah yang kemarin difasilitasi 9 armada elf dan 6 bus sekolah, nanti dikonversi ke angkutan kota eksisting. Kendaraannya pakai angkot dengan harapan angkot bisa hidup kembali,” tambahnya.
Skema BTS ini akan menanggung kebutuhan operasional Angkot, termasuk BBM dan biaya perjalanan harian. “Operasional itu seperti BBM. Kalau dihitung matematis, sekali jalan Rp 5 ribu, pulang-pergi Rp 10 ribu. Itu untuk pembiayaan kendaraan mereka sendiri. Selama ini kan armada bus dan elf sekolah ditanggung Disdikbud,” jelasnya.
Jaya berharap, program ini menjadi bagian dari integrasi layanan dengan Trans Jatim, sehingga memperkuat konektivitas transportasi publik di Kota Malang. Pihaknya memperkirakan akan ada sekitar 80 unit Angkot yang dilibatkan untuk meng-cover kebutuhan mobilitas siswa di Kota Malang. (rsy/sit)










