Kota Malang
Usai Cuaca Panas karena Siklon Bualoi, Malang Raya Bersiap Diguyur Hujan

Memontum Kota Malang – Setelah beberapa hari terakhir wilayah Malang Raya terasa panas menyengat, kini mulai diguyur hujan. Kondisi itu, disebut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur, karena adanya pengaruh gangguan atmosfer.
Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Linda Fitrotul Muzayanah, menyampaikan bahwa panas yang dirasakan masyarakat Malang Raya sebelumnya dipicu oleh Siklon Bualoi di Laut China Selatan. Siklon tersebut menarik massa udara dari wilayah selatan, termasuk Malang Raya, ke arah utara. Sehingga, udara di sebagian besar Jawa Timur menjadi lebih kering.
“Selama empat hari, mulai hari Minggu (28/09/2025) hingga Rabu (01/10/2025) suhu maksimum di Malang tercatat mencapai 31 derajat celsius, lebih tinggi dari biasanya yang berada di kisaran 28–30 derajat celsius,” ujar Linda, Selasa (30/09/2025) tadi.
Baca juga :
Namun, Linda menambahkan, jika Siklon Bualoi kian menjauh dan melemah. Sementara, di Samudra Hindia barat Sumatera muncul tekanan rendah yang mengganggu sirkulasi udara di wilayah selatan Jawa.
“Akibatnya, wilayah Malang Raya kini lebih sering diguyur hujan, meski di beberapa titik tetap diselingi cuaca panas,” jelasnya.
BMKG juga merilis prediksi musim hujan untuk Jawa Timur. Sebagian besar wilayah, termasuk Malang bagian selatan, diperkirakan mulai memasuki musim hujan sejak September 2025. Sementara, wilayah lain baru akan menyusul pada Oktober hingga November mendatang. Dalam hal ini Linda mengimbau, agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem saat peralihan musim.
“Bisa saja terjadi hujan disertai angin kencang atau petir, maupun sebaliknya cuaca kering. Karena itu, masyarakat perlu lebih siap menghadapi dinamika perubahan cuaca ini,” imbuhnya. (rsy/sit)











