Kota Malang
Usai Tinjau Dampak APG Gunung Semeru, Gubernur Khofifah Pastikan Penanganan Termanage Baik

Memontum Kota Malang – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan bahwa penanganan dampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru dalam kondisi terkendali. Hal itu dikatakannya, seusai meninjau langsung kondisi pengungsi dan layanan kebencanaan di wilayah terdampak, sebelum berkunjung ke Kota Malang, Kamis (20/11/2025) tadi.
“Insyaallah termanage, ya. Bagaimana terkait yang mengungsi, kemudian dapur umumnya, kemudian layanan kesehatannya,” kata Gubernur Khofifah.
Dikatakannya, bahwa informasi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) disampaikan setiap dua jam sekali, mengingat perubahan status dapat terjadi sangat cepat. Karena itu, perkembangan aktivitas Semeru tetap harus diwaspadai.
“Kemarin kenaikan status dari Waspada ke Siaga dan dari Siaga ke Awas itu hanya satu jam,” tambahnya.
Baca juga :
Terkait korban terdampak, Gubernur Khofifah menyebut terdapat tiga korban luka. Dua diantaranya, merupakan warga luar Lumajang (Kediri, red) yang kebetulan melintas saat terjadi arus lahar dingin. Sementara, satu korban lainnya mengalami luka akibat tercebur lumpur panas saat terbangun dan tidak menyadari kondisi rumahnya sudah terendam material.
“Mudah-mudahan cepat sembuh,” katanya.
Untuk penanganan status darurat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama tujuh hari, yang diputuskan langsung oleh Bupati. Sementara itu, pembagian penanganan dilakukan antara Pemkab dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Pronojiwo menjadi konsentrasi Pemprov, sementara Pemkab fokus di Candipuro. Karena jaraknya jauh. Termasuk kebutuhan makanan untuk anak-anak dan lansia, sudah kami siapkan,” ucapnya.
Gubernur Khofifah juga menyebutkan, bahwa dinamika jumlah pengungsi mengalami pola on–off, di mana banyak warga mengungsi pada malam hari, namun kembali ke rumah saat siang hari. Itu dilakukan untuk memeriksa kondisi dan menyelamatkan barang yang masih bisa diamankan. “Mohon doa semuanya,” imbuh Gubernur Khofifah. (rsy/sit)












