Connect with us

Kota Malang

Usung Konsep Vintage dan Semi Industrial, Kopiria Khas Samarinda Hadir di Kota Malang

Diterbitkan

||

Usung Konsep Vintage dan Semi Industrial, Kopiria Khas Samarinda Hadir di Kota Malang

Memontum Kota Malang – Maraknya gerai kopi di Kota Malang, tidak mematahkan semangat owner Kopiria, untuk terus berkembang. Buktinya, meski kini sudah memiliki puluhan outlet yang tersebar di Kalimantan Timur dan Jawa Timur, namun Kota Malang tetap dijadikan salah satu pangsa pasarnya.

Untuk di Kota Malang sendiri, Kopiria berlokasikan di Jalan Panglima Sudirman No 17, Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dengan mengusung konsep vintage dan semi industrial, Kopiria disuguhkan kepada konsumennya.

“Kalau dari Kopiria sendiri, ini cabang yang ke 32. Yang mana, 30 outlet diantaranya ada di Kalimantan, tepatnya di Samarinda. Kalau di Jawa Timur, ini cabang yang ke 2. Dimana sebelumnya, pertama ada di Blitar,” kata salah satu Owner Kopiria Cabang Malang, Ayuni Andriana, saat melakukan konferensi pers dengan media, Rabu (28/12/2022) sore.

Dikatakannya, jika tempat dari Kopiria sendiri terbagi menjadi 4 bagian. Yakni bagian depan, teras, dalam dan samping. Tentunya, di masing-masing bagian memiliki konsep yang berbeda. Seperti halnya, di outdoor mengusung konsep semi industrial, sedangkan indoor mengusung konsep vintage.

“Kebetulan kalau yang di sini, kita dapat tempat yang memang vintage banget. Jadi, itu saya pertahankan. Yang indoor ini vintage, yang outdoor itu semi modern, seperti industrial gitu,” ujarnya.

Kemudian, tambahnya, yang menjadi ciri khas dari Kopiria sendiri, yakni makanan dan minuman yang disajikan. Sebab, masih mendapat sentuhan khas dari Samarinda. Seperti, singkong goreng yang disandingkan dengan sambal bawang dan menu makanan berat yaitu nasi bakar cakalang.

Baca juga :

“Kopiria inikan asal Samarinda. Kalau dari makanannya, kita ada singkong goreng yang dipadukan denga sambal bawang. Jadi, itukan saya rasa jarang di Malang. Terus kalau makanan beratnya, kita ada nasi bakar cakalang dan itu pedas banget. Tetapi, sejauh ini banyak yang suka,” jelasnya.

Sedangkan untuk minuman kopi yang disajikan, urainya, juga memiliki ciri khas yang berbeda. Yakni, dari segi penggunaan bahan racikan dan cara olahan, seperti kopi yang digunakan dilakukan pendinginan hingga 8 jam.

“Kalau bedanya dari gula arennya. Dari olahan kopinya juga beda. Kita pakai coldbrew, yang dimana pengolahan kopinya kita dinginkan di suhu es sampai 8 jam. Baru disajikan sama aren,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, terkait dengan harga minuman dan makanan yang diperjualbelikan, yakni mulai Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Tentu, itu sangat relatif murah dan standart di kalangan anak muda.

“Dari harganya relatif murah. Makanan berat mulai dari Rp 18 ribu hingga 20 ribu. Kalau minuman, mulai Rp 10 ribu. Untuk rasa ciri khas, saya menyarankan agar pengunjung coba saja datang langsung, biar bisa menilai sendiri. Karena dari segi rasa dan harga, menu kami bisa diadu,” tambahnya.

Sementara itu, Marcomm Kopiria, Amie, menyampaikan jika Kopiria memiliki filosofi tersendiri. Yakni, ketika para customer yang datang memiliki masalah hingga merasa penat, kemudian menyedu Kopiria, diharapkan bisa mengembalikan mood dan harinya kembali ceria.

Sebagai informasi, Kopiria nantinya akan dilaunching pada tanggal 31 Desember 2022, mendatang. Tepat di perayaan malam pergantian tahun 2023. Untuk jam operasional Kopiria, yakni mulai dari pukul 10.00 WIB hingga 24.00 WIB. (rsy/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *