Probolinggo

Vakum 5 Bulan, Pabrik Oli Mulai Beroperasi Lagi

Diterbitkan

-

Vakum 5 Bulan, Pabrik Oli Mulai Beroperasi Lagi

Memontum Probolinggo — Setelah sempat vakum selama lima bulan, pabrik pengolahan oli bekas, PT Berdikari Jaya Bersama (BJB), kembali beroperasi. Pabrik tersebut, dipaksa untuk berhenti beroperasi karena menimbulkan bau yang sangat mengganggu warga sekitar. Tetapi, selama lima bulan vakum itu, pihak pengelola melakukan sejumlah perbaikan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Memontum.com, ada sekitar 21 item yang menjadi point utama perbaikan. Diantaranya, perbaikan cerobong emisi. Pasca perbaikan, uji udara ambien dan uji emisi cerobong, sudah sesuai dengan baku mutu. Untuk urusan ini, Pemilik PT BJB, Yuwie Santoso mengatakan bahwa pihaknya menggandeng laboratorium bersertifikasi penguji. Urusan limbah pembuangan, juga telah dibereskan. Setiap penampungan limbah cair sebanyak satu ton penuh, sudah ada truk tangki yang mengangkutnya.

“Perbaikan yang dilakukan, diantaranya menutup lubang-lubang yang rawan bocor, serta memperbaiki saluran pipanya,” ujarnya kepada memontum.com, Selasa (9/1/2018).

Yuwie juga menambahkan, setelah melakukan perbaikan di semua lini tersebut, pihaknya langsung mengajukan pencabutan clearence. Hasilnya, surat keterangan Pemenuhan Kewajiban Sanksi Administratif didapat dari Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tertanggal 14 Desember 2017 lalu.

Advertisement

Dalam surat tersebut disebutkan, berdasarkan hasil pengawasan penataan pelaksanaan sanksi administratif, PT. BJB telah memenuhi seluruh kewajiban dalam keputusan dimaksud.

“Dari sanksi tersebut, kami memulai segalanya dari awal. Seperti buka baru lagi. Kami harap kali ini bisa lebih baik,” tambahnya.

Sebelumnya, pabrik pengolahan oli bekas, PT BJB di jalan raya lumajang, Km 05, Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo digugat warga. Lantaran setiap beroperasi, ada bau tak sedap yang mencemari udara. Warga sempat melayangkan protes, hingga akhirnya tim inspeksi dari kementrian lingkungan hidup datang dan mengecek langsung. Dari pengecekan itu, ada sekitar 21 item yang harus diperbaiki oleh pihak pengelola. Selama perbaikan itu, pabrik harus tutup. (pix/yan)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas