Pemerintahan
Wali Kota Malang Tekankan Peran Posyandu untuk Tunjang Pengoptimalan Layanan Kesehatan Puskesmas

Memontum Kota Malang – Kota Malang memiliki Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) berupa Puskesmas sebanyak 16 yang tersebar di 5 kecamatan. Namun dirasa jumlah tersebut masih belum optimal dalam memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sehingga diperlukan semacam kepanjangan tangan, salah satunya dengan keberadaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
“Posyandu yang ada di tiap RW memiliki peran yang penting. Sehingga harus berkolaborasi dengan elemen masyarakat lain, seperti dasawisma dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kelurahan (TP-PKK). Sehingga peran Posyandu benar-benar dirasakan dan hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji, Kamis (11/11/2021).
Baca juga:
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
Jika Posyandu dikuatkan dan masing-masing menjalankan tugasnya dengan baik, maka akan menekan pemicu terjadinya wabah karena layanan kesehatan masyarakat optimal. Tak hanya Posyandu Balita, namun Posyandu Lansia dan Posyandu Remaja dalam hal ini harus berfungsi maksimal. “Program-program penguatan Posyandu akan terus kami lakukan, agar masyarakat terlayani dengan baik,” sambungnya.
Di sisi lain, dirinya berharap 648 Posyandu yang ada di Kota Malang memiliki data akurat berkaitan dengan kondisi kesehatan warga. “Posyandu yang ada saat ini hendaknya mempunyai data yang akurat. Seperti di sebuah RT dan RW berapa warga yang sakit, sehat, maupun yang meninggal,” tegasnya.
Orang nomor satu di pemerintahan Kota Malang itu menambahkan, bahwa kolaborasi dan akselerasi harus terus dikuatkan serta setiap lembaga harus saling memahami fungsi masing-masing. Sehingga tidak ada pihak-pihak yang disalahkan nantinya.
“Selain itu, dengan mendata terkait penyakit atau wabah yang terjadi di masyarakat, bisa menjadi deteksi dini. Kemudian, penanganannya juga bisa dilakukan lebih awal agar wabah itu tidak merebak. Seperti misalnya demam berdarah, karena saat ini musim hujan. Dengan demikian, Posyandu sebagai salah satu garda terdepan pelayanan masyarakat dapat berjalan dengan baik,” jelasnya. (hms/mus/gie)
















