Berita Nasional
World Super Bike Mandalika Manfaatkan Energi Baru Terbarukan

Memontum NTB – Penyelenggaraan Event World Super Bike (WSBK) di Mandalika-NTB, memanfaatkan pasokan listrik dari Sistem Kelistrikan Lombok dengan daya tersambung 5,19 MVA. Pasokan listrik tersebut, diantaranya bersumber dari tenaga surya, yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Sengkol di Lombok Tengah yang berjarak kurang dari 15 KM dari Pertamina Mandalika International Street Circuit.
“Dalam verifikasi lapangan di Lombok Tengah, kami ingin memastikan bahwa energi terbarukan sudah dipakai sebagai bauran energi untuk mendukung World Super Bike. Sesuai komitmen pemerintah dalam menanggulangi dampak perubahan iklim. Kami menemukan hal itu sudah dilakukan. Salah satunya, dari PLTS Sengkol dimana dapat mencapai 5,4 MW listrik yang masuk ke grid dan memasok KEK Mandalika melalui GI Sengkol dan GI Kuta,” ujar Tenaga Ahli KSP Ferdy Alfarizka Putra, Jumat (19/11/2021).
Pada Sistem Lombok, ujarnya, terdapat 39,6 MW pembangkit Energi Baru Terbarukan. Dimana, salah satunya adalah PLTS Sengkol yang berada diantara Bandara International Lombok dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Baca juga :
- Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027
- Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon
- Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional
- Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian
- Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan
Lasiran, General Manager Unit Induk Wilayah NTB, mengatakan bahwa PLN memiliki kerjasama 5 MVA untuk mendukung area sirkuit Mandalika. Bahkan, sebenarnya sistem PLN dapat memasok hingga 90 MVA tanpa masalah ke KEK Mandalika.
“Energi tenaga surya serta energi terbarukan lain juga disiapkan untuk penyelenggaraan Motto GP bulan Maret 2022,” ujarnya.
Lombok sendiri, tambahnya, memiliki potensi besar untuk energi surya. Karena, intensitas radiasi cahaya dan durasi yang cenderung lebih baik dibanding di khatulistiwa atau daerah Indonesia lainnya. Saat ini, Lombok memilki 4 PLTS dengan total pasokan listrik sebesar 22,3 MW. (kom/sit)
















