Lamongan
Wujudkan Kejayaan Lamongan, Pemkab Gelar Kolaborasi dengan Mahasiswa

Memontum Lamongan – Untuk menuju kabupaten yang masyhur, sejahtera lahir dan batin masyarakatnya, diperlukan kolaborasi dengan siapapun dengan akan membentuk kekuatan besar untuk mewujudkan kejayaan Lamongan. Pernyataan itu, disampaikan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di hadapan seluruh mahasiswa Lamongan yang tergabung dalam Forum Nasional Mahasiswa Lamongan (Fornasmala) saat Musyawarah Nasional (Munas) IV di Kota Batu.
Melalui tema ‘Kolaborasi Pemuda Menyongsong Kemajuan Lamongan’, hal ini sesuai dengan apa yang sedang dilakukan Bupati Yuhronur, yakni kolaborasi dengan siapapun di berbagai kegiatan. Termasuk, kolaborasi dengan mahasiswa, generasi muda Lamongan potensial yang akan menjadi penerus bangsa.
“Kolaborasi berarti kita senantiasa membuka diri mewujudkan Lamongan yang inklusif bagi siapapun yang tinggal di Lamongan. Untuk memiliki hak yang sama dalam membesarkan dan menjadikan Lamongan jaya,” ujarnya, Selasa (26/07/2022) tadi.
Baca juga :
- Ganti Rugi Kerusakan Rumah Tak Kunjung Dipenuhi, Karyawan Bank di Kota Malang Digugat Tetangga
- Ketua DPRD Kota Malang Ingatkan Pemkot Tak Alihfungsikan LSD dan RTH untuk Koperasi Merah Putih
- Sertifikasi Aset Pemkot Malang Tembus 53 Persen, Kepala BKAD Kota Malang Targetkan Tuntas Sebelum Purna
- Pemkab Pasuruan Gelar Rakor Peningkatan Kualitas Gizi dan Kesehatan Program MBG
- Dollar Tembus Rp 18 Ribu, Ketum PP Muhammadiyah dan Muhadjir Ajak Publik Tetap Optimis
Sebagai bentuk implementasi dari perwujudan visi terwujudnya kejayaan Lamongan yang berkeadilan, Bupati Yuhronur bersama Wabup Lamongan, KH Abdul Rouf, memiliki 10 program prioritas. Diantaranya, yakni program super prioritas Jamula (Jalan Alus dan Mulus Lamongan) yang sudah mulai diimplementasikan. Bahkan, Pemkab telah menganggarkan Rp 200 miliar yang dananya dari pinjaman Bank Daerah, serta program Perintis (Pendidikan Berkualitas dan Gratis) hingga pemberian beasiswa hingga jenjang S2 bagi hafidz Quran.
“Untuk mempercepat pembangunan daerah, Pemkab Lamongan menganggarkan dana sebesar Rp 200 miliar, untuk infrastruktur yang dananya dari pinjaman daerah. Meskipun dananya dari pinjaman, tentunya kita mampu untuk membayarnya. Termasuk, membayar bunga dari pinjaman tersebut. Ini sudah diperhitungkan, sehingga kita berani untuk melakukannya. Sehingga ketika tidak dibangun sekarang (infrastruktur) kerugiannya tidak hanya bunga saja tetapi semakin besar, seperti arus transportasi, arus ekonomi yang lambat,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yuhronur juga memberi motivasi kepada seluruh mahasiswa tentang pentingnya menuntut ilmu. Menurutnya semangat mencari ilmu harus tetap digelorakan dan tidak memandang usia. (zen/gie)
















