Pendidikan
Hari Pertama, FMIPA UM Gelar Perkuliahan Tatap Muka

Memontum Kota Malang – Beberapa Perguruan Tinggi di Kota Malang mulai menggelar Perkuliahan Tatap Muka (PTM). Salah satunya di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM), yang sudah menggelar PTM pertamanya, Senin (25/10/2021) ini.
Dekan FMIPA UM, Dr Hadi Suwono MSi, mengatakan bahwa metode PTM yang diterapkan adalah blended learning.
“Kami tatap muka secara blended learning, yaitu memadukan antara tatap muka dan pembelajaran daring. Sesuai arahan pak Rektor, di UM khususnya di FMIPA sudah mulai hari sekarang atau minggu ke 9 tahun ajaran ini,” jelasnya.
Baca juga:
- Gubernur Jatim Tinjau Gelaran Pasar Murah di Banyuwangi
- Bupati Malang Terima Kunjungan Kapolresta Malang di Monumen dan Museum Tragedi Kanjuruhan di Gate 13
- Anggota Satgas TMMD Kediri Beri Materi Wawasan Kebangsaan untuk Siswa MI Al-Munir
Sebelum digelar, pihaknya telah menyebar survei kepada 1976 mahasiswanya terkait PTM. Dari jumlah tersebut, 48.7 persen memilih pembelajaran secara luring.
“Jadi sisanya mengikuti perkuliahan secara daring. Selain itu kami juga telah mendata mahasiswa FMIPA UM yang sudah vaksin. Dari data yang terhimpun sebanyak 1170 mahasiswa sudah vaksin tahap 2, sisanya baru tahap pertama,” tambahnya.
Para mahasiswa yang hendak mengikuti PTM ini sudah dihimbau untuk datang ke Kota Malang 2 minggu sebelumnya.
“Di Surat Edaran Rektor sudah diatur kalau mahasiswa yang mau luring datang 2 minggu sebelum perkuliahan berlangsung. Lalu mereka juga diminta untuk karantina mandiri di tempat kos masing-masing,” bebernya.
Kemudian para mahasiswa juga diharuskan sudah mendapatkan vaksinasi. “Tapi kalau belum vaksin dan tetap ingin PTM, kami suruh menunjukkan tes antigen negatif,” sambungnya.
Pengaturan jumlah yang masuk per kelas pun juga hanya 50 persen dari kapasitas. Sehingga yang biasanya diisi 40 mahasiswa, hanya terisi 20 saja.
“Setelah perkuliahan kami juga melakukan sterilisasi basah dengan larutan disinfektan. Kemudian untuk lab tertentu menggunakan strerilisasi uv light,” tutur Hadi. (mus/sit)
















