SEKITAR KITA
Aliansi BEM Sumenep Gelar Aksi Bakar Lilin sebagai Tanda DPRD ‘Mati Suri’

Memontum Sumenep – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep melakukan aksi bakar lilin, Kamis (07/04/2022) sekitar pukul 21.00 di Depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep. Aksi mahasiswa dengan menggeruduk Kantor DPRD Sumenep, ini untuk kedua kalinya.
Menurut Korlap Aksi, Nurhayat, mengatakan aksi bakar lilin ini sebagai tanda bahwa DPRD Sumenep, telah mati suri. Sebab, harapan massa aksi ini sudah 2 kali dikecewakan oleh anggota DPRD Sumenep.
“Kami menyimbolkan DPRD Sumenep telah mati suri, karena tidak pernah menemui masa aksi. Padahal aksi ini, menyangkut hajat hidup rakyat secara umum. Yakni, menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM),” ujarnya.
Baca juga :
- Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027
- Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon
- Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional
- Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian
- Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan
Menurutnya, DPRD seharusnya langsung sigap dalam menyikapi suara atau keresahan rakyat. Jadi, tidak usah menunggu mahasiswa turun jalan, baru DPRD mengambil sikap. Parahnya lagi, sudah dua kali mahasiswa turun jalan, tetapi masih belum ada respon baik dari pihak DPRD Sumenep.
“Kenapa harus menunggu mahasiswa turun jalan. Seharusnya, dewan ini menyuarakan atau mewakili suara rakyat,” paparnya.
Tidak hanya itu, lanjut Nurhayat, jika ke depan masih belum ada tindak lanjut, maka 11 April 2022, pihaknya akan kembali melakukan aksi besar-besaran. “Kita sudah kordinasi dengan BEM nusantara, 11 April kita akan kembali untuk turun aksi mengepung Gedung Wakil Rakyat ini,” ujarnya dengan nada emosional. (dan/gie)
















