Blitar
Dua Tahun Jalan Ambles Tak Diperbaiki, Warga dan Sopir Blitar Selatan Turun Jalan Tunggu Wabup

Memontum Blitar – Puluhan warga Blitar Selatan turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya, Senin (13/02/2023) tadi. Aksi protes ini dilakukan, karena jalan di Desa Kebonsari, Kecamatan Kademangan, sudah dua tahun rusak dan ambles, namun tidak pernah diperbaiki. Bahkan, mereka menganggap tidak ada perhatian dari Pemkab Blitar.
Akibat jalan ambles tersebut, akses jalan pun ditutup, karena membahayakan pengguna jalan. Kedatangan perwakilan masyarakat dan sopir-sopir Blitar Selatan, untuk menuntut supaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, segera memperbaiki jalan yang sudah ambles itu.
Salah satu warga desa yang ikut berkumpul di lokasi jalan ambles, Sugeng, mengatakan bahwa jalan rusak ini sebenarnya sudah hampir dua tahun. Akibat tidak kunjung diperbaiki, maka kerusakan jalan kian parah.
“Akibat jalan ambles ini, kami tidak bisa beraktivitas bongkar angkut. Sebab, rata-rata mata pencaharian masyarakat Blitar Selatan, adalah petani tebu dan peternak,” kata Sugeng, Senin (13/02/2023) tadi.
Baca juga:
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
Lebih lanjut Sugeng menyampaikan, warga berkumpul di lokasi jalan rusak tersebut, untuk menunggu kedatangan Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso. “Jika tidak segera ditemui, kami bakal menggelar aksi turun jalan ke Kantor Bupati Blitar di Kanigoro,” jelasnya.
Sugeng menambahkan, kedatangan warga ke Kantor Blitar, nantinya untuk mendesak Bupati Blitar, Rini Syarifah, supaya mendahulukan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023 untuk penanganan pembangunan jalan ambles tersebut. “Kami tegaskan, kalau jalan ini tidak segera dibangun, kami sudah sepakat dengan komunitas peternak dan sopir-sopir akan demo ke kabupaten,” ujarnya. (jar/gie)
















