Kabar Desa
Rakesa Menuju Ketahanan Ekonomi Berbasis Agrikultur di Situbondo

Memontum Situbondo – Raja Kebun Indonesia (Rakesa), sebuah induk perusahaan yang fokus pada pengembangan berbagai jenis perkebunan di Indonesia, kembali menorehkan langkah strategis dengan memulai pengembangan perkebunan aren dan lontar di Kabupaten Situbondo, Rabu (04/12/2024 ) tadi. Proyek awal ini, dimulai dengan pengembangan perkebunan aren seluas 1 hektare di Blok Leng-leng, Dusun Ngabinan, Desa Patemon, Kecamatan Bungatan.
Rakesa berharap, melalui ini dapat memaksimalkan potensi aren di wilayah tersebut dan ke depan, proyeksi pengembangan perkebunan aren di Kecamatan Bungatan akan mencapai 1.500 hektare. Selain itu, Rakesa juga melakukan uji coba penanaman aren di beberapa lokasi lainnya. Diantaranya di Dusun Bandira, Desa Sodung, Kecamatan Banyuputih, seluas 3,2 hektare.
“Meski percobaan awal gagal karena faktor tanah tandus dan musim kemarau, Rakesa berencana untuk melakukan penanaman ulang di area Kampung Tegal Sari, Desa Ketowan, Kecamatan Arjasa seluas 1 hektare,” kata HRM Khalilur Rahman Sahlawiy.
Baca juga :
Rakesa mempunyai visi besar untuk memiliki total 5.000 hektare perkebunan aren di seluruh wilayah Situbondo. Dengan pencapaian ini, perusahaan berencana membangun pabrik pengolahan gula aren yang tidak hanya akan memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga membuka peluang ekspor.
Pihaknya juga mengelola beragam jenis perkebunan lain di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kebun sawit, karet, lontar, gaharu, mangga, salak, nangka, pisang, jambu, mete dan sukun. Langkah ini, menunjukkan komitmen Rakesa dalam membangun ketahanan ekonomi berbasis agrikultur yang berkelanjutan.
“Dengan gerakkan oleh para pemuda Situbondo yang bertekad menciptakan perubahan nyata bagi kemakmuran daerah. Secara bertahap, perusahaan ini akan terus memperluas lahan dan meningkatkan produktivitas perkebunan. Dengan harapan besar menjadikan Situbondo sebagai pusat agrikultur unggulan di Jawa Timur,” jelasnya. (her/gie)














