Kota Malang
PHRI Kota Malang Harapkan Okupansi Hotel Meningkat di Momen Nataru

Memontum Kota Malang – Menjelang perayaan hari besar Natal dan Tahun Baru (Nataru), Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, optimis okupansi hotel di Kota Malang dapat meningkat dari tahun sebelumnya. Terlebih, saat ini juga muncul kebijakan mengenai tiket pesawat murah.
Sehingga menurut Agoes, kebijakan tersebut tentunya juga dapat mendongkrak wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Malang. “Target kami untuk Nataru ini ya 70 persen sampai 80 persen, sama dengan tahun lalu sebesar 80 persen. Tapi karena ada kabar tiket akan diberikan murah, harapannya okupansi nanti bisa di atas 80 persen,” ujar Agoes, Sabtu (07/12/2024) tadi.
Ditambahkannya, bahwa jumlah hotel di Kota Malang saat ini sudah ada sekitar 90 hotel yang ada di bawah PHRI. Hotel-hotel tersebut, menurutnya juga telah mendekorasi dengan tema Natal dan tentu juga menyiapkan berbagai promo menarik.
“Beberapa hotel yang menonjol biasanya penuh sejak jauh hari saat momen Nataru. Apalagi hotel-hotel yang dekat dengan destinasi wisata seperti Kayutangan. Bahkan di luar Nataru, hotel-hotel di kawasan tersebut juga sering penuh tiap akhir pekan,” tambahnya.
Baca juga :
Tidak hanya itu, menurut Agoes beberapa hotel yang ada saat ini juga telah menerima banyak pesanan untuk momen Nataru. Apalagi, saat ini juga didorong adanya beberapa acara besar yang digelar di Kota Malang dengan mendatangkan tamu dari berbagai daerah.
“Selain Nataru, juga ada kegiatan nasional yang digelar di Kota Malang dengan peserta ribuan orang. Sehingga, beberapa hotel sudah menerima banyak pesanan,” ujarnya.
Agoes berharap, Pemerintah Kota Malang dapat mendukung momentum Nataru dengan menyelenggarakan acara yang menarik wisatawan ke Kota Malang. Karena hal tersebut, menurutnya akan berdampak positif, namun bukan hanya pada sektor perhotelan saja, tetapi juga pada perekonomian secara keseluruhan.
“Dari pengalaman sebelumnya, pemerintah harus kreatif. Menyelenggarakan event-event yang menarik dapat menjadi daya tarik wisatawan, yang kemudian berdampak pada peningkatan ekonomi,” imbuh Agoes. (rsy/sit)












