Kota Malang

Dispendukcapil Kota Malang Kurangi Petugas di Kelurahan, Fokus Layanan Efektif

Diterbitkan

-

Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Dahliana Lusi Ratnasari. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang melakukan penarikan sejumlah petugas pelayanan administrasi kependudukan dari kelurahan. Hal ini dilakukan, seiring dengan menurunnya jumlah masyarakat yang mengurus dokumen kependudukan di tingkat kelurahan.

Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Dahliana Lusi Ratnasari, menyampaikan bahwa selama beberapa tahun terakhir, pihaknya telah menempatkan petugas di setiap kelurahan untuk membantu pelayanan dokumen kependudukan. Namun, saat ini hanya 47 dari total 57 kelurahan di Kota Malang yang masih memiliki petugas Dispendukcapil.

“Saya kurangi, ada 10 kelurahan kosong karena memang pemohonnya sepi. Kalau pemohon hanya satu, lebih baik petugasnya di dinas. Jadi sekarang hanya 47 kelurahan yang ada petugas Dispendukcapil,” kata Lusi-sapannya, Jumat (06/12/2024) tadi.

Petugas yang sebelumnya ditempatkan di 10 kelurahan, kini dialihkan ke Blok Office Tlogowaru dan Mal Pelayanan Publik (MPP) Ramayana. Lusi menyebut bahwa langkah ini bertujuan untuk memaksimalkan efektivitas kerja petugas, mengingat jumlah pemohon di MPP semakin meningkat.

Advertisement

Baca juga :

“MPP sekarang sudah ramai. Jadi petugas membantu di sana, sebagian lagi di Blok Office. Itu lebih efektif, dan tugas atau pekerjaan mereka lebih jelas,” tambahnya.

Meski ada pengurangan, layanan di 47 kelurahan yang masih memiliki petugas tetap berjalan seperti biasa. Pengurusan administrasi yang dilayani meliputi input data KTP Elektronik (KTP-E), Kartu Keluarga (KK), surat pindah, akta kelahiran dan dokumen kependudukan lainnya.

Lusi juga menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan untuk menentukan langkah selanjutnya. Jika tren pemohon di kelurahan terus menurun, tidak menutup kemungkinan jumlah petugas akan kembali dikurangi.

“Kami lihat dulu. Tampaknya masyarakat lebih suka ke MPP. Jika ke depan masyarakat lebih siap dan banyak beralih ke layanan online, kami mungkin akan menarik lebih banyak petugas dari kelurahan,” imbuh Lusi. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas