Kota Malang

DLH Kota Malang Dorong Penguatan Program Kampung Iklim hingga 60 Kawasan

Diterbitkan

-

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Malang, Tri Santoso. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus mendorong penguatan Program Kampung Iklim (Proklim) di tingkat RW. Itu dilakukan, sebagai upaya adaptasi dan mitigasi dalam perubahan iklim.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Malang, Tri Santoso, menyampaikan bahwa di Kota Malang saat ini memiliki 23 kawasan Proklim. Di tahun 2024 lalu, ada beberapa RW yang sudah masuk nominasi, diantaranya ada di RW 02 Kebonsari, RW 07 dan RW 08 Lesanpuro.

“Kami ingin minimal ada 60 Proklim di Kota Malang, meskipun ini tantangan berat. Program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara RT, RW, tokoh masyarakat dan terutama ibu-ibu PKK yang menjadi motor penggerak utama,” kata Trisan, sapaannya, Senin (20/01/2025) tadi.

Untuk di tahun 2025 ini, ujarnya, DLH Kota Malang masih belum menetapkan target jumlah RW yang akan mengikuti Proklim. Namun, dirinya berharap jumlah Proklim di Kota Malang dapat meningkat secara signifikan.

Advertisement

Baca juga :

“Karena Proklim ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, seperti peningkatan kualitas udara melalui penanaman pohon dan urban farming. Kemudian juga membuat lingkungan lebih asri dan sejuk, suhu udara juga menurun secara signifikan di kawasan Proklim,” ujarnya.

Secara nasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menargetkan ada 24 ribu Proklim di seluruh Indonesia. Kota Malang berupaya berkontribusi dengan meningkatkan jumlah kawasan Proklim yang berkualitas, meskipun tantangan administratif dan sumber daya tetap menjadi perhatian utama.

“Dengan semangat kolaborasi, kami yakin Proklim dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk menjaga lingkungan di Kota Malang,” tambahnya.

Di akhir, Trisan juga menyebut bahwa salah satu tantangan utama dalam menjaga kualitas lingkungan adalah pengelolaan sampah. Meski masyarakat Kota Malang dinilai cukup baik dalam pengelolaan sampah, namun masih ditemukan sampah dari luar kota yang mencemari saluran air.

Advertisement

“Sampah ini berpotensi mengurangi kualitas iklim di Kota Malang. Dengan kampanye Proklim, kami berharap nantinya masyarakat bisa lebih peduli,” imbuh Trisan. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas