Kota Malang
DLH Kota Malang Dorong 10 RW Masuk Proklim, Targetkan Arjowinangun Capai Kelas Lestari 2026

Memontum Kota Malang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang tengah mempersiapkan 10 RW untuk mengikuti Program Kampung Iklim (Proklim) di tahun 2025 dan 2026. Program tersebut, merupakan upaya Nasional pengendalian perubahan iklim berbasis masyarakat yang dinilai langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH Kota Malang, Tri Santoso, menyampaikan bahwa lima RW yang akan diajukan untuk Proklim Utama, diantaranya adalah di RW 02 Kelurahan Arjosari, RW 03 Kelurahan Kotalama, RW 13 Kelurahan Madyopuro, RW 02 dan RW 09 Kelurahan Arjowinangun. Untuk di RW 5 Arjowinangun, disiapkan menuju kelas Lestari, level tertinggi dalam Proklim setelah kelas Pratama, Madya dan Utama.
“Sebenarnya ada beberapa kandidat kami untuk menuju Lestari. Namun untuk prosesnya, itu tidak bisa dilakukan dalam satu atau dua tahun. Ini butuh waktu dan tahapan panjang. Sehingga, saat ini baru satu RW yang kami uji coba, sambil melihat progresnya karena kandidat lain juga sedang kami persiapkan. Setiap kali ada kegiatan ke kampung Proklim di RW 5 Arjowinangun, antusiasmenya luar biasa,” ujar Trisan-sapaannya, Jumat (24/10/2025) tadi.
Dikatakannya, bahwa untuk naik ke kelas Lestari, sebuah wilayah harus meraih kelas Utama setelah 3 tahun, kemudian baru bisa dinaikkan ke Lestari. Dengan memiliki 10 kampung binaan. Dalam hal ini, DLH Kota Malang terus mendampingi mulai dari tahap administrasi, pengisian data daring, hingga pendokumentasian kegiatan seperti kerja bakti, pengelolaan sampah dan urban farming.
“Bahkan kami menyediakan tenaga untuk pengisian form onlinenya. Kemudian kami membantu mengarahkan apa yang kurang tepat, misalnya pendokumentasiannya kurang, seperti itu,” tambahnya.
Selain itu, DLH Kota Malang juga mendorong inovasi berjenjang melalui Kampung Bersinar (Bersih dan Asri) di tingkat kota. Kemudian, Berseri di tingkat provinsi, hingga Proklim di tingkat nasional. Saat ini, Kota Malang memiliki sekitar 25 hingga 30 RW yang sudah masuk level Proklim, dengan satu kandidat disiapkan menuju Lestari 2026.
Baca juga :
“Proklim ini bukan sulapan atau lomba sesaat. Mereka bergerak bertahun-tahun, bahkan sejak 2020 sudah aktif di program Bersinar. Untuk penilaian proklim itu ada tiga indikator, ada adaptasi, mitigasi dan kelembagaan,” katanya.
Selain manfaat lingkungan, program ini menurutnya juga menciptakan ekonomi sirkular di masyarakat. Yakni melalui pengelolaan bank sampah, produk minuman lokal seperti bunga telang dan kerajinan berbahan daur ulang.
DLH berharap, Proklim menjadi gerakan sosial lintas generasi.
“Ini soal perubahan mindset. Kami ingin konservasi dan pengelolaan lingkungan menjadi gaya hidup warga, sejalan dengan semangat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik,” tuturnya.
Lebih lanjut, dalam mendukung Proklim di Kota Malang menurutnya juga datang dari Forum CSR, perguruan tinggi, serta pelaku usaha seperti hotel yang menyalurkan bantuan. Untuk bentuk bantuannya disebutkan tidak berupa uang, melainkan fasilitasi alat, pendampingan dan program pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhan warga.
“Jadi masyarakat sendiri yang cerita apa yang mereka butuhkan ke pihak CSR tersebut. Seperti, kemarin kami dihubungi oleh salah satu hotel yang kemudian pihak hotel itu kami ajak survei ke lapangan langsung, melihat sendiri dan akhirnya menyanggupi untuk memberikan CSR mereka untuk kampung Proklim,” imbuh Trisan.
Sebagai informasi, untuk lima RW menuju Utama di tahun 2026 diantaranya RW 11 Kelurahan Merjosari, RW 06 Balearjosari, RW 01 Tunjungsekar, RW 13 Pandanwangi dan RW 06 Karangbesuki. (rsy/sit)











