Kota Malang

Cegah Pembuangan Sampah Liar, Warga Kedungkandang Dirikan Pos Pantau di Jembatan Pasar Gadang

Diterbitkan

-

CEGAH: Pos pantau sampah yang ada di sekitar Jembatan Pasar Gadang, Kota Malang. (ist)

Memontum Kota Malang – Salah seorang warga Kecamatan Kedungkandang, Moch Zainullah (42), berinisiatif untuk mendirikan pos pantau di sekitar Jembatan Pasar Gadang, Kota Malang. Inisiatif itu dilakukan, guna mencegah pembuangan sampah liar di kawasan tersebut.

Pria yang kerap disapa Zainul, itu menyampaikan bahwa ide mendirikan pos pantau ini bermula saat dirinya mencium bau menyengat di rumahnya. Awalnya, dirinya mengira bau itu berasal dari septic tank yang bocor, namun setelah ditelusuri, ternyata sumbernya adalah tumpukan sampah di Jembatan Pasar Gadang.

“Saya cek ke lokasi setelah Salat Isya, ternyata sampahnya menumpuk di jembatan. Saya lihat, yang buang sampah di sini bukan warga sekitar, tetapi dari orang luar,” ujar Zainul, Sabtu (01/02/2025) tadi.

Zainul menambahkan, warga Kelurahan Bumiayu sebenarnya telah sepakat menggunakan jasa petugas kebersihan keliling untuk mengangkut sampah rumah tangga. Namun, justru banyak orang dari luar daerah yang membuang sampah sembarangan di Jembatan Pasar Gadang.

Advertisement

“Jadi ada beberapa yang buang sampah itu dari Turen, Bululawang, Tajinan, Tlogowaru, Mburing. Ada satu warga Jalan Terong sisi utara sana. Kalau orang sini tidak ada, pedagang pasar sini pun juga tidak ada,” ujarnya.

Baca juga :

Menyadari situasi ini, Zainul sempat mengajukan permohonan bantuan tenda ke kelurahan, namun terkendala birokrasi. Akhirnya, dia mendapatkan bantuan tenda dari seseorang dan mendirikan posko pantau tersebut. Sejak saat itu, dirinya dan salah satu rekannya, Ambon rutin berjaga mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB dini hari. Namun, ketika pulang untuk salat Subuh, masih ada oknum yang memanfaatkan momen tersebut untuk kembali membuang sampah di jembatan.

“Begitu saya kembali ke posko setelah salat Subuh, sudah ada tumpukan sampah lagi. Itu yang bikin saya geregetan,” ucapnya.

Advertisement

Kejadian seperti itu, menurutnya bukan hanya kali pertama saja. Bahkan, Zainul mengaku beberapa kali bersitegang dengan orang-orang yang tetap nekat membuang sampah di lokasi tersebut.

“Kalau tidak ada yang jaga di sini, pasti langsung ditaruh di situ,” katanya.

Sejak posko pantau didirikan, volume sampah di Jembatan Pasar Gadang berkurang signifikan. Jika sebelumnya diperlukan dua truk untuk mengangkut sampah setiap hari, kini cukup dengan satu truk, bahkan pernah hanya menggunakan kendaraan roda tiga jenis Tossa.

“Yang biasanya butuh dua truk, sekarang cukup satu truk. Kemarin malah cuma pakai Tossa,” imbuhnya.

Advertisement

Zainul berharap, upayanya ini dapat menyadarkan masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan. Dirinya menegaskan akan terus menjaga kebersihan lingkungan dan tidak akan mundur menghadapi para pembuang sampah liar. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas