Kota Malang

Proyek Revitalisasi Drainase Suhat Bakal Merubah Arah Aliran Buangan ke Sungai Brantas

Diterbitkan

-

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), Dandung Julhardjanto. (memontum.com/cw1)

Memontum Kota Malang – Rencana revitalisasi drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), siapa sangka tidak hanya sebatas melakukan perbaikan guna mengantisipasi banjir. Lebih dari itu, revitalisasi yang akan dilakukan juga akan merubah aliran (buangan, red) dari yang sebelumnya mengarah ke Utara, menjadi ke Selatan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), Dandung Julhardjanto, mengatakan bahwa saat ini aliran drainase Suhat tersebut menuju ke Utara, atau Sungai Sudimoro, yang memiliki kapasitas kecil. Sehingga, akan melalui revitalisasi itu akan dirubah jalurnya ke arah Selatan, atau menuju Sungai Brantas dengan kapasitas yang lebih besar.

“Selama ini, saluran itu mengarah ke Utara. Di mana, daya tampung sungainya lebih kecil. Sehingga, jika tetap seperti itu, maka hanya akan menumpuk air di sana. Karenanya, nanti aliran akan diarahkan ke Selatan, atau ke Sungai Brantas, yang memiliki daya tampung lebih besar. Sehingga, aliran air nantinya lebih terkendali,” kata Dandung, Senin (17/03/2025) tadi.

Baca juga :

Advertisement

Dirinya juga menjelaskan, bahwa air yang mengalir di kawasan drainase Suhat, tidak hanya berasal dari air hujan. Akan tetapi, juga kiriman dari daerah yang lebih tinggi. Oleh karena itu, perlu saluran yang mampu mengalirkan air lebih efektif agar tidak terjadi genangan.

Kemudian, ujarnya, sesuai perencanaan pengerjaan, proyek tersebut nantinya akan dibangun dengan dimensi 2,5 meter x 2,5 meter. Sehingga, proyek ini bukan hanya menyelesaikan masalah banjir di wilayah Suhat, melainkan juga wilayah sekitarnya yang lebih rendah.

“Kondisi Suhat yang menjadi penampungan air dari berbagai daerah, dengan dimensi sebesar itu, maka dapat berfungsi secara efektif. Dan juga, dampaknya bukan di wilayah Suhat, melainkan wilayah lain. Seperti Kemirahan, Kedawung, Jalan Letjen Sutoyo dan lainya yang merupakan wilayah lebih rendah dari Suhat,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengungkapkan bahwa melalui pemeliharaan yang baik dan juga diimbangi kesadaran masyarakat, bangunan tersebut diprediksikan akan bisa bertahan selama 50 tahun. “Jadi dalam pemeliharaan drainase dan juga mengatasi banjir ini, diperlukan sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat. Kesadaran dan partisipasi masyarakat harus ditingkatkan. Contoh kecil, seperti tidak membuang sampah ke saluran air,” paparnya. (cw1/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas