Kabar Desa
Dorong Kemandirian Pangan, Danrem 081/DSJ Lakukan Kunjungan Kerja di Trenggalek

Memontum Trenggalek – Komandan Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Trenggalek. Didampingi Dandim 0806 Trenggalek, Letkol Czi Yudo Aji Susanto dan Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, Danrem Untoro turun langsung ke lapangan dan meninjau Posko Ketahanan Pangan di Kodim 0806 Trenggalek.
Sebagaimana diketahui, saat ini Indonesia membutuhkan kemandirian pangan yang kuat. Karenanya, kehadiran Danrem di Kota Keripik Tempe ini bukan sekadar kunjungan formal. Kunjungan ini adalah bentuk nyata komitmen TNI, dalam mendukung ketahanan pangan lokal, sekaligus menggerakkan semangat bersama untuk menyukseskan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kita tidak bisa hanya bergantung pada pasokan luar. Ketahanan pangan harus dibangun dari desa, dari tangan-tangan masyarakat sendiri. Dan itu bisa kita mulai hari ini,” kata Danrem Untoro, saat dikonfirmasi, Rabu (16/04/2025) tadi.
Saat meninjau lokasi, Danrem menyaksikan langsung geliat produksi pertanian yang menjanjikan. Terong, cabai dan sawi tumbuh subur di lahan-lahan binaan Kodim. Semua ini bukan hanya bukti keberhasilan, tapi juga panggilan bagi masyarakat luas untuk ikut serta.
Baca juga :
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama lintas sektor, dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan sebagaimana amanat nasional. “Langkah ketahanan pangan ini merupakan lamakan konkret guna memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Sinergi antara Pemerintah, TNI, Polri dan stakeholder terkait sangat penting untuk menjawab tantangan pangan kedepan,” imbuhnya.
Sementara itu, Dandim 0806 Trenggalek, Letkol Czi Yudo Aji Susanto, menegaskan bahwa posko ini lebih dari sekadar tempat produksi. Ini adalah pusat pembelajaran, pusat pemberdayaan dan motor penggerak perubahan.
“Kami ingin masyarakat tidak sekadar menjadi penonton. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan dan mengikuti pelatihan, mereka bisa mandiri dan bahkan menambah penghasilan,” terang Dandim Yudo.
Tidak berhenti di pertanian, sambungnya, Posko Ketahanan Pangan ini juga merambah ke peternakan dan perikanan. “Budidaya ayam dan ikan air tawar dijalankan bersama Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Dinas Pertanian serta Pangan setempat. Inilah bentuk nyata sinergi yang mampu menciptakan ketahanan ekonomi sekaligus ketahanan gizi,” jelasnya.
Program ini, juga sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mewujudkan MBG. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat.
“Karena ketahanan pangan bukan hanya urusan pemerintah atau TNI, tapi tanggung jawab kita semua,” papar Dandim Yudo. (mil/sit)















