Kota Malang
Terkendala Biaya, Siswi di Polehan Dapat Kesempatan Sekolah Gratis di Sekolah Rakyat

Memontum Kota Malang – Rahmatul Laili Ramadani (12), siswi lulusan SDN Polehan 5 Kota Malang, menjadi salah satu calon siswa Sekolah Rakyat (SR) yang akan mulai aktif pada 7 Juli 2025 mendatang. Dirinya menyimpan tekad besar, untuk menggapai cita-citanya sebagai seorang pramugari.
Ibu Laili, Ilmiatul Khoiroh (33), merasa bersyukur dengan adanya SR ini. Walaupun pada awalnya sempat bingung saat menerima pemberitahuan dari Dinsos P3AP2KB Kota Malang, melalui pihak kelurahan sekitar bulan Maret atau April lalu.
“Waktu itu saya disuruh hadir rapat di kecamatan. Baru di sana dijelaskan soal Sekolah Rakyat. Alhamdulillah, saya langsung menerima. Ini anak pertama dari tiga bersaudara,” tutur Ilmiatul, saat ditemui di kediamannya, Jumat (20/06/2025) tadi.
Sebelum menerima kabar masuk SR, pihak keluarga sempat merencanakan agar Laili dapat melanjutkan ke SMP Negeri 28 Kota Malang. Namun, karena keterbatasan ekonomi membuatnya ragu.
“Kami masih mikir biaya, soalnya suami saya tukang bangunan, gajinya sebulan sekitar dua juta. Saya sendiri tidak bekerja,” katanya.
SR memberikan harapan baru baginya, sebab semua kebutuhan siswa, mulai dari seragam, sepatu, hingga buku, ditanggung penuh oleh pemerintah pusat melalui APBN. Bahkan, para siswa tinggal di asrama selama masa pendidikan.
“Nanti tinggal di asrama tidak apa-apa. Awalnya anaknya tidak mau, tapi saya rayu-rayu. Kan seperti mondok, orang tua juga bisa kunjungan seminggu sekali,” ucapnya.
Baca juga :
Tempat tinggal Laili sendiri berada di Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, selama hampir satu dekade. Mereka tinggal di bangunan mandiri di atas tanah milik saudara, dengan sistem sewa lahan yang dibayar setiap tahun.
“Ini tanahnya saudara, per tahun itu bayarnya antara Rp 400 ribu sampai Rp 700 ribu, saya lupa pastinya berapa,” katanya.
Dirinya berharap dengan Laili bersekolah di SR, cita-cita sang anak menjadi pramugari dapat tercapai. “Harapannya dengan sekolah di SR ini, bisa jadi orang sukses yang berguna bagi bangsa dan negara, serta cita-citanya dapat tercapai,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dirjen Kemensos RI, Idit Supriyadi Priatna, memastikan seluruh kebutuhan dasar siswa di Sekolah Rakyat akan dipenuhi. “Mulai 7 Juli para siswa akan masuk dan pada 14 Juli akan dilakukan kick-off serentak secara nasional. Semua kebutuhan siswa dipenuhi dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tidak ada uang saku, karena semua kebutuhan makan, sandang dan tempat tinggal sudah terpenuhi di asrama,” jelas Idit.
Untuk gelombang pertama, ditargetkan ada 10 ribu siswa bisa mengikuti program SR di Indonesia. Pemerintah pusat menjamin seluruh pembiayaan, sehingga tidak ada alasan siswa putus sekolah di tengah jalan.
“Semua ini bersumber dari APBN dan sudah teranggarkan. Jadi aman,” imbuh Idit. (rsy/sit)
















