Kota Malang

Dukung Gelaran Porprov Jatim 2025, Dinkes Kota Malang Siagakan Tim Kesehatan di Tiap Venue

Diterbitkan

-

KIRAB: Wali Kota Malang bersama Wawali dan Sekda, saat akan mengkirab api Porprov Jatim. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang telah menyiapkan puluhan tenaga medis untuk mendukung kelancaran dan keamanan dalam pelaksanaan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Hal itu, disampaikan oleh Plh Kepala Dinkes Kota Malang, Rina Istarowati, Jumat (27/06/2025) tadi.

Diuraikannya, dalam opening ceremony yang akan digelar di Stadion Gajayana, Sabtu (28/06/2025) besok, Dinkes juga telah menyiapkan empat unit ambulans mobil dan dua ambulans motor. “Kalau yang motor itu jenis USC, di bagian belakangnya sudah dilengkapi dengan perlengkapan medis ringan. Karena Gajayana besar, motor ini akan sangat efektif,” ujar Plh Kepala Dinkes Kota Malang, Rina Istarowati.

Selama gelaran Porprov, Tim Kesehatan (Timkes) telah disiagakan sejak 9 Juni 2025 lalu, bertepatan dengan dimulainya Cabang Olah Raga (Cabor) Hapkido. Jumlah tim yang diturunkan, bersifat dinamis dan disesuaikan dengan jumlah Cabor yang bertanding setiap harinya.

“Misalnya hari ini, kami menurunkan 12 Timkes yang tersebar di berbagai venue. Ada di Graha Cakrawala UM untuk cabor barongsai, lapangan SM Futsal untuk bola tangan, lapangan kriket di Amprong Dodikjur, futsal di Graha Polinema, hoki outdoor dan angkat besi di Sasana Krida UM. Untuk triathlon, Timkes juga sudah diberangkatkan,” jelasnya.

Advertisement

Baca juga :

Rina menambahkan, satu Timkes minimal terdiri dari empat personel, yakni satu dokter, dua tenaga kesehatan dan satu sopir ambulans. Dalam beberapa venue yang berisiko tinggi atau melibatkan banyak atlet, seperti futsal, bisa diturunkan hingga tiga Timkes sekaligus. Nantinya, pada 30 Juni hingga 1 Juli 2025 merupakan puncak tertinggi Dinkes menyiapkan Timkes, karena akan digelar 19 Cabor bersamaan.

“Minimal akan ada 19 Timkes aktif di hari itu. Kami selalu melakukan pembaruan data setiap hari, karena sehari sebelum pertandingan selalu ada technical meeting. Kalau ada perubahan, langsung kami sesuaikan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dinkes Kota Malang juga menggandeng berbagai fasilitas layanan kesehatan untuk memperkuat sistem rujukan. Mulai dari rumah sakit daerah, puskesmas, rumah sakit swasta, hingga klinik. Namun, dalam sistem rujukan akan disesuaikan dengan dua pertimbangan, yakni fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan serta lokasi terdekat dari venue.

“Misalnya, untuk area timur kami rujuk ke RSUD Kota Malang, wilayah utara ke RS Hermina dan barat-selatan ke RSI Aisyiyah. Ini supaya proses rujukan cepat dan sesuai skema pembiayaan BPJS Ketenagakerjaan,” imbuhnya. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas