Kota Malang

Cegah Cacingan, Dinkes Kota Malang Gelar Pemberian Obat Pencegahan Massal Dua Kali Setahun

Diterbitkan

-

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif. (ist)

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus mengintesifkan program pencegahan kecacingan (cacingan, red) pada anak. Salah satunya, dengan melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM), yang digelar dua kali setahun pada bulan Mei dan September 2025.

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa POPM tahap pertama telah dilakukan pada bulan Mei 2025. Dengan menyasar anak usia sekolah PAUD, TK dan SD.

“Tahap pertama kemarin sudah dilaksanakan di bulan Mei 2025 cakupannya sudah mencapai 100 persen. Tahap kedua nanti insyaallah dilaksanakan di bulan September 2025 dengan bentuk obat berupa tablet, harapanya coveragenya juga mencapai 100 persen,” jelas Husnul, Senin (25/08/2025) tadi.

Selain POPM, Dinkes Kota Malang juga menjalankan surveilans aktif dengan melibatkan kader kesehatan untuk memantau anak pra sekolah hingga SD. Pemantauan ini dilakukan, untuk mendeteksi dini gejala kecacingan sekaligus memastikan penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Advertisement

Baca juga :

“Kemudian kami juga melakukan edukasi lintas sektor melalui posyandu. Kader posyandu tidak hanya memantau tumbuh kembang anak, tetapi juga memberikan informasi tentang program kecacingan,” tambah Husnul.

Dirinya juga menegaskan, bahwa hingga saat ini Kota Malang masih nihil kasus kecacingan. Namun, masyarakat diminta waspada dengan mengenali gejala yang umum terjadi, seperti berat badan tidak bertambah, nafsu makan menurun, tubuh lemas, hingga pada kasus berat cacing bisa keluar dari hidung atau mulut.

“Kami juga mengimbau agar orang tua memastikan anak mendapatkan obat pencegahan sesuai jalurnya. Untuk usia pra sekolah bisa melalui posyandu, sementara usia sekolah melalui pihak sekolah yang akan ditindaklanjuti puskesmas,” tegasnya.

Selain itu, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga dinilai penting. “Kebersihan individu dan lingkungan harus dijaga. Penularan bisa terjadi karena tangan kotor atau makanan yang tidak higienis,” imbuh Husnul. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas