Kota Malang

Tata Kawasan Pasar Gadang, Pemkot Malang Siapkan Pelebaran Jalan dari DAK

Diterbitkan

-

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Penataan kawasan Pasar Gadang, Kecamatan Kedungkandang, kini terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Dalam prosesnya, relokasi pedagang dilakukan secara swadaya oleh para pedagang pasar, dengan dukungan fasilitasi lahan dari pemerintah daerah.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa pembangunan kawasan tersebut nantinya juga mencakup pelebaran jalan dua jalur lengkap dengan median tengah. Nantinya, itu akan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang jalan.

“Pasar Gadang swadaya mereka sendiri. Kalau jalannya nanti dua jalur, bahkan dikasih median di tengah. Anggarannya dari DAK Jalan,” jelas Wali Kota Wahyu, Rabu (12/11/2025) tadi.

Dikatakannya, bahwa total anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan kawasan tersebut mencapai Rp 14,9 miliar. Itu terdiri dari Rp 12,9 miliar, untuk jalan utama dan sisanya untuk perbaikan jalan sirip di sekitar pasar.

Advertisement

“Untuk Pasar Gadang total anggaran Rp 14,9 miliar. Rp 12,9 miliar untuk jalan utama, sisanya untuk jalan sirip-sirip. Lebar keseluruhannya sekitar 30 meter, dari pagar kiri ke kanan, sama seperti lebar jembatan,” tambahnya.

Wali Kota Wahyu menyebut, bahwa proyek tersebut memiliki konsep serupa dengan penataan Jalan Rajasa, sehingga nantinya kedua kawasan itu akan saling terhubung dan menciptakan akses yang lebih lancar bagi masyarakat. “Mirip sama Jalan Rajasa, jadi nyambung,” lanjutnya.

Baca juga :

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan bahwa penataan ini merupakan realisasi program kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang untuk memfungsikan kembali jembatan dan jalan utama Pasar Gadang. “Hari ini progres kita adalah mewujudkan apa yang jadi program kerja Pak Wali dan Pak Wawali, yaitu memfungsikan kembali jembatan dan sepanjang jalan Pasar Gadang,” ujar Eko.

Kemudian, ditambahkannya bahwa Diskopindag Kota Malang telah melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan para pedagang untuk mundur ke area belakang pasar. Lahan di belakang pasar disewakan oleh pemerintah dan menjadi lokasi pembangunan penampungan sementara.

Advertisement

“Pemerintah hanya menyiapkan lahan di belakang pasar. Pembangunannya murni dari swadaya pedagang, tidak menggunakan dana APBD. Mereka sudah sepakat membangun sendiri dengan tetap koordinasi dan konsultasi ke Diskopindag,” tuturnya.

Lebih lanjut, untuk saat ini pembangunan pasar penampungan sementara masih berada di tahap awal dengan progres sekitar 15 persen. “Sekarang sudah mulai pasang tiang pancang. Setelah tempat penampungan sementara selesai, baru ditentukan titik lokasi dan siapa menempati di mana. Itu semua tergantung kesepakatan pedagang, bukan kami yang menentukan,” lanjutnya.

Eko menargetkan, seluruh proses relokasi dan penataan kawasan Pasar Gadang bisa rampung dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan. Dengan begitu, fungsi jalan dan jembatan di kawasan tersebut bisa kembali optimal dan tidak lagi menimbulkan kemacetan seperti saat ini.

“Kalau semuanya selesai, fungsi jalan dan jembatan akan kembali, dan kawasan pasar akan jauh lebih tertata serta tidak macet lagi,” imbuh Eko. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas