Kota Malang

Perayaan Natal, Dishub Kota Malang Antisipasi Kepadatan Arus di Sekitar Gereja

Diterbitkan

-

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. (ist)

Memontum Kota Malang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memfokuskan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar gereja-gereja yang diprediksi ramai saat perayaan Natal 2025. Sejumlah kawasan seperti Ijen dan Kayutangan menjadi perhatian khusus, karena setiap tahun mengalami lonjakan jemaat saat misa Natal.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa peningkatan aktivitas ibadah berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, terutama pada jam-jam pelaksanaan misa. “Untuk gereja dengan kunjungan jemaat yang padat seperti di kawasan Ijen dan Kayutangan, sudah kami antisipasi seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Jaya-sapaannya, Senin (22/12/2025) tadi.

Namun, Jaya memastikan bahwa tidak ada rekayasa lalu lintas ekstrem di sekitar lokasi ibadah. Pengaturan dilakukan secara situasional dengan pengawasan ketat guna menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus kenyamanan umat yang beribadah.

“Kami siapkan pengaturan parkir dan pemantauan di lapangan. Sejauh ini tidak ada rekayasa besar, tetapi tetap dalam pengawasan petugas,” katanya.

Advertisement

Baca juga :

Selain pengamanan gereja, Dishub Kota Malang juga memetakan sejumlah titik lain yang diprediksi rawan kepadatan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Di antaranya koridor Jalan Ahmad Yani hingga Malang Creative Center (MCC), kawasan Madyopuro, Soekarno-Hatta (Suhat), Borobudur, hingga arah Universitas Brawijaya (UB).

“Untuk mendukung pengendalian lalu lintas, kami dari Dishub berkoordinasi dengan Polresta Malang Kota akan menerapkan rekayasa lalu lintas bersifat insidental dan sementara sesuai kondisi di lapangan. Sejumlah Pos Pengamanan, Pos Pelayanan dan Pos Pantau juga disiagakan di titik-titik strategis,” tuturnya.

Lebih lanjut, terkait dengan koordinasi lintas wilayah, Jaya menegaskan bahwa pengelolaan lalu lintas tidak bisa dilakukan secara parsial. Kota Malang dan Kabupaten Malang harus menjadi satu kesatuan, terutama pada jalur-jalur wisata menuju pantai selatan.

“Hasil rapat Forum Lalu Lintas menunjukkan titik kepadatan di wilayah Kabupaten Malang biasanya terjadi di kawasan Kacuk hingga arah Pabrik Gula Kebon Agung. Karena itu koordinasi lintas daerah sangat penting,” imbuh Jaya. (rsy/sit)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas