Kota Malang

Pemkot Malang Pastikan Perbaikan Jembatan Splendid di Tahun 2026

Diterbitkan

-

TINJAU: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat meninjau Jembatan Brawijaya, di Kawasan Splendid Kota Malang. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Perbaikan Jembatan Brawijaya di Kawasan Splendid, Jalan Majapahit, Kecamatan Klojen, Kota Malang, dipastikan akan masuk dalam anggaran 2026. Hal itu, disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Menurut Wali Kota Wahyu, kondisi plengsengan jembatan peninggalan Belanda itu saat ini cukup mengkhawatirkan. Sejumlah bagian bahkan mulai mengalami keroposan akibat usia bangunan yang sudah sangat tua.

“Plengsengannya itu sangat mengkhawatirkan. Ini jembatan peninggalan Belanda yang sebenarnya sangat bagus kalau kita perbaiki,” ujar Wahyu, Senin (29/12/2025) tadi.

Selain berfungsi sebagai infrastruktur penghubung, Jembatan Brawijaya juga memiliki nilai sejarah tinggi. Menurutnya, apabila dilakukan perbaikan dan pengecatan ulang, jembatan tersebut berpotensi menjadi salah satu ikon kawasan dan destinasi swafoto bagi masyarakat.

Advertisement

“Kalau ditata dan dicat ulang, jembatan ini bisa jadi spot selfie karena nilai sejarahnya kuat. Jembatan ini dibangun bersamaan dengan kawasan sekolah di sekitarnya,” ucapnya.

Baca juga :

Wali Kota Wahyu juga mengakui, bahwa proses perbaikan jembatan sempat terkendala karena sebelumnya gagal lelang. Namun, pihaknya juga memastikan upaya perbaikan tetap dilanjutkan melalui proses lelang ulang.

“Memang kemarin sempat gagal lelang karena nilai tertentu, tapi tetap kita upayakan. Insyaallah masuk anggaran 2026 karena akan dilakukan lelang ulang,” tegasnya.

Selain perbaikan fisik jembatan, Pemkot Malang juga akan melakukan penataan kawasan sempadan sungai di sekitar lokasi. Itu karena, kawasan sempadan sungai tidak diperbolehkan untuk bangunan permanen karena berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama saat terjadi ancaman banjir.

Advertisement

“Kawasan ini berada di sempadan sungai, tentu perlu pendekatan kepada warga. Kalau terjadi sesuatu, yang disalahkan pemerintah. Maka perlu sosialisasi agar warga memahami risikonya,” imbuh Wali Kota Wahyu. (rsy/sit)

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas