Kota Malang
Perubahan Cuaca Picu ISPA, Dinkes Imbau Warga Tetap Terapkan Prokes

Memontum Kota Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat bahwa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu dari 10 penyakit terbanyak yang terjadi di wilayah Kota Malang. Kondisi tersebut, dipengaruhi oleh cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa perubahan cuaca menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kasus ISPA di masyarakat. Meski begitu, Husnul menegaskan agar masyarakat tidak perlu panik berlebihan.
“ISPA tetap menduduki 10 besar penyakit terbanyak di Kota Malang, sesuai laporan dari teman-teman di lapangan. Cuaca memang sangat mempengaruhi,” ujar Husnul, Kamis (22/01/2026) tadi.
Ditambahkannya, bahwa sebagai negara tropis, Indonesia memiliki potensi paparan virus yang relatif tinggi. Karena itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan tanpa harus menimbulkan rasa takut yang berlebihan.
Baca juga :
“Virus itu ada di mana-mana. Apalagi negara kita negara tropis, pasti virus akan selalu ada. Yang penting bagaimana kita menyikapinya,” katanya.
Husnul mengimbau agar masyarakat Kota Malang tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan, terutama bagi warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan. Penggunaan alat pelindung diri seperti masker dinilai masih relevan untuk menekan risiko penularan.
“Kalau beraktivitas di luar, upayakan memakai masker. Kemudian protokol kesehatan seperti pada era Covid-19 tetap bisa diterapkan sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Selain itu, vaksinasi influenza juga dianjurkan sebagai salah satu upaya pencegahan untuk mengurangi potensi terpapar virus penyebab ISPA. “Kalau memang diperlukan, vaksin influenza sangat membantu untuk mengurangi potensi paparan virus,” imbuh Husnul. (rsy/sit)
















