Kota Malang

Tinjau GPM di Arjowinangun, Wali Kota Malang Siapkan Gelaran hingga 20 Kali Sebelum Ramadan

Diterbitkan

-

GPM: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat meninjau gelaran GPM di Arjowinangun. (memontum.com/rsy)

Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Kantor Keluraham Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (13/02/2026) tadi. Kegiatan itu, dipantau langsung Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang.

Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa gelaran GPM dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan. Dirinya juga memastikan, bahwa pelaksanaan GPM akan terus dilaksanakan selama 20 kali saat Puasa Ramadan dan akan tersebar di lima kecamatan.

“Jadi kita antisipasi sebelum Ramadan dan antisipasi H-3 sebelum Idul Fitri. Tujuannya, agar harga bahan pokok ini dapat terkendali. Kita akan melakukan GPM ini merata di lima kecamatan,” ujar Wali Kota Wahyu.

Ditambahkannya, kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan merupakan pola musiman yang terjadi hampir setiap tahun dan tidak hanya terjadi di Kota Malang. Namun, dirinya menilai jika kenaikannya tidak terlalu drastis.

Advertisement

“Memang naik, tapi tidak terlalu drastis. Ini tidak hanya di Kota Malang,” tambahnya.

Selain faktor musiman, tambahnya, meningkatnya aktivitas ekonomi juga dipicu kembalinya mahasiswa ke Kota Malang setelah masa libur. Kondisi tersebut, turut mendorong kenaikan permintaan sejumlah bahan pokok.

Baca juga :

“Nah, maka saya akan mengadakan rapat dengan TPID untuk bisa memberikan satu rekomendasi, harga bahan pokok mana yang harus kita intervensi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyampaikan bahwa ada 10 komoditi yang dijualkan dalam GPM tersebut. Diantaranya, beras, gula, minyak goreng premium, minyak kita, telur ayam, daging ayam, daging sapi, cabai rawit, cabai besar, bawang merah dan bawang putih.

Advertisement

“Untuk selisih harga komoditi yang dijualkan itu Rp 2 ribu sampai dengan Rp 10 ribu dibandingkan harga pasar,” kata Slamet.

Sementara itu, salah satu warga Bumiayu, Lustia, mengaku terbantu dengan adanya GPM. Dirinya yang membeli telur seharga Rp 28 ribu perkilogram, lebih murah dibanding harga pasar yang mencapai Rp 29 ribu hingga Rp 30 ribu.

“Lumayan membantu, lebih ringan,” lanjutnya.

Selain itu, dirinya juga membeli Minyakita karena di sejumlah toko sulit ditemukan dan harganya lebih tinggi. Dirinya sendiri mengetahui informasi pelaksanaan GPM dari grup RT di lingkungannya.

Advertisement

“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan, karena lebih murah dan membantu warga,” imbuh Lustia. (rsy/sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas