Bondowoso
Survei Aksara Institute Kembali Nilai Dhafir-Dayat Unggul Saat Debat Terakhir

Memontum Bondowoso – Debat Publik terakhir antara Paslon nomer urut satu dan dua, pada Minggu malam (3/6/2018) berlangsung “sengit”. Kedua paslon saling lempar gagasan dalam membangun Bondowoso lima tahun ke depan. Bagaimanakah penillaian masyarakat terhadap peforma dan ide-ide cemerlang para kandidat di debat publik ketiga ini. Aksara Institute kembali melakukan survei sesaat setelah debat terkait dengan kepuasan responden terhadap performa masing-masing Paslon.
Survei ini dilakukan terhadap 150 sampel responden dengan margin of error 7.98 % serta tingkat kepercayaan 95 %.
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara langsung yang dikombinasikan dengan percakapan via telpon. Dari release yang diterima Memontum.com menyebutkan, berdasarkan persepsi responden, Paslon nomer 2 tetap dianggap mengungguli Paslon 1 dalam semua segmen debat terakhir ini. Ada 8 item pertanyaan yang ditanyakan kepada responden survei.
Pertanyaan pertama, responden ditanyakan persepsi mereka tentang Paslon yang paling menguasai isu dan permasalahan Bondowoso terkait tema kesejahteraan rakyat. Hasilnya 69.33 % responden menilai Paslon Ahmad Dhafir-Hidayat lebih unggul, berbanding 30.67 % responden lain yang mengunggulkan Salwa Arifin-Irwan Bahtiar.
Demikian juga saat responden ditanyakan Paslon yang programnya paling pro pengembangan sosial keagamaan, Paslon nomer 2 juga dinilai paling baik oleh 68 % responden. Sementara program paslon 1 di bidang sosial keagamaan dinilai baik oleh 32 % responden.
















