Lamongan
Partisipasi Membangun Desa Meningkat, Ditunjang Swadaya Masyarakat

Memontum Lamongan – Tingkat partisipasi masyarakat dalam membangun desa di Lamongan masih tetap tinggi, bahkan menunjukkan grafik kenaikan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lamongan Khusnul Yaqin mengatakan angka swadaya masyarakat dalam pembangunan tahun 2017 lalu sebesar Rp 240 miliar. Ini berarti naik dibandingkan swadaya pada tahun 2016 yang sebesar Rp 168,7 miliar. Padahal anggaran pembangunan untuk desa, baik berupa dana desa, alokasi dana desa, bantuan keuangan pemerintah desa, dan bagi hasil pajak mencapai Rp 505,5 miliar. Ini berarti lebih dari separo pembangunan di desa ditopang oleh dana swadaya masyarakat.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri puncak peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XV dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-46 di Desa Lembor Kecamatan Brondong, Rabu (25/7/2018). Desa di Pantura Lamongan ini dipilih karena menjadi juara pertama dalam lomba gotong royong tingkat kabupaten. Selain itu, Desa lembor juga dikenal memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang aktif membuka unit usaha.
Mulai pasar desa, pengelolaan air minum, usaha penggemukan sapi, jasa persewaana alat pesta dan pemasaran industri kecil, hingga produksi sarana produksi pertanian seperti agen hayati, kompos dan cabai varietas sundari.

Tahun ini mereka mulai membuka unit usaha baru, pengelolaan pariwisata Gunung Suru Lembor. Ini berarti menambah panjang daftar desa di Pantura Lamongan yang mengelola industri pariwisata sendiri setelah Pantai Kutang di Desa Labuhan dan Pohon Trinil di Desa Sendangharjo.
















