Kota Malang

UMM Perhatikan Keamanan Pangan saat Berkurban

Diterbitkan

-

UMM Perhatikan Keamanan Pangan saat Berkurban

Memontum Kota Malang – Dalam Al-Quran surah Al-Kautsar [108] ayat 1-2 ditegaskan, setelah disebutkan kenikmatan yang besar, Allah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk mendirikan shalat dan berkurban sebagai bukti rasa syukur atas nikmat-nikmat itu. Kurban tidak hanya sekedar menyembelih hewan dan membagikan hasil sembelihan. Kesehatan hewan kurban sebelum disembelih, saat disembelih, dan setelah disembelih juga perlu untuk diperhatikan.

Tahun ini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyiapkan sebanyak 7 ekor sapi dan 21 ekor kambing. Menurut Imbang Dwi Rahayu, Tim Pemantau Kesehatan Hewan Kurban, kali ini UMM tak hanya memperhatikan kesehatan hewan sebelum disembelih, namun juga saat dan sesudah penyembelihan. “Kesehatan itu tidak hanya dicek saat ternak hidup, namun kami juga melakukan pengecekkan saat dan sesudah disembelih,” papar Imbang.

Jamaah sholat Idul Adha memadati UMM. (humas)

Jamaah sholat Idul Adha memadati UMM. (humas)

Lebih lanjut, Imbang menyampaikan, dengan memperhatikan proses perawatan hewan kurban adalah upaya UMM dalam memerhatikan ketahanan pangan, mengingat daging hewan kurban ini akan dikonsumsi oleh masyarakat. “Kita benar-benar memperhatikan keamanan dan kesehatan hewan-hewan kurban tersebut. Ini adalah upaya UMM dalam meningkatkan keamanan pangan,” tegas Imbang.

Sementara itu, proses sebelum penyembelihan juga menjadi perhatian tim, salah satunya pada ketika perobohan hewan. Menurut Imbang, kesalahan perlakuan pada hewan kurban juga mempengaruhi kualitas daging hewan kurban. “Perlakuan yang benar mempengaruhi kualitas daging. Kalau hewan stress, daging yang akan diolah tidak bisa menghasilkan daging yang layak dikonsumsi, karena daging akan alot,” papar dosen Program Studi Peternakan tersebut.

Penanganan secara insan juga diberikan pada hewan-hewan kurban tersebut. Seperti pada saat proses awal penyembelihan, satu kali tebas di bagian leher harus putus tiga jalur, utamanya jalur darah yang harus dengan cepat terputus. “Tata cara yang dianjurkan dalam Islam telah sesuai dengan cara-cara medis dalam pemotongan hewan. Jika dilakukan secara runtut dan benar, maka kualitas daging kurban akan terjamin,” tandasnya. (rhd/yan)

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker

Refresh Page
Lewat ke baris perkakas