Politik

Bahas Persiapan APBD 2024, Komisi IV DPRD Trenggalek Raker dengan OPD Mitra

Diterbitkan

-

RAKER: Suasana rapat kerja (Raker) Komisi IV DPRD dengan OPD mitra. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra, guna bahas pelaksanaan APBD tahun 2024. Pada kesempatan itu, masing-masing OPD memaparkan rencana kerja dan pagu anggaran yang dimiliki masing-masing OPD.

Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarudin, mengatakan bahwa pertemuan itu digelar untuk memastikan OPD mitra komisi bisa bekerja maksimal di tahun 2024. “Hari ini kita undang leading sektor OPD mitra Komisi IV, yang mana ini kaitannya dengan persiapan pelaksanaan APBD 2024. Adapun yang kita panggil hari ini, ada Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, RSUD dr Soedomo dan RSU Panggul,” ujarnya saat dikonfirmasi usai rapat, Rabu (28/02/2024) siang.

Adapun catatan untuk Dinas Kesehatan, Komisi IV minta menganggarkan untuk bangunan gedung obat. Mengingat, gedung obat yang ada saat ini sangat terbatas. Maka, di tahun 2024 ini pihaknya menginginkan ada gudang obat tambahan.

Selain itu, Sukarudin juga menyoroti soal honor kader jumantik yang sebelumnya belum mendapat porsi anggaran. Hanya saja untuk anggaran honor kader jumantik tahun 2024, nilainya cukup untuk tujuh bulan. Selanjutnya, akan dianggarkan kembali dalam perubahan anggaran keuangan (PAK).

Advertisement

“Kenapa demikian, karena honor kader jumantik ini hanya senilai Rp 80 ribu perbulan. Meski sedikit, tapi ini perlu menjadi perhatian. Kalau tidak dianggarkan, justru akan muncul masalah baru kedepannya,” tutur Sukarudin.

Kemudian untuk Dinas Pendidikan, ada kegiatan besar yang harus dikawal Komisi IV. Yakni pembangunan masjid di Gelanggang Olah Raga (GOR) Gajah Putih Trenggalek. “Ini juga menjadi perhatian kita, karena terkait sarana prasarana di GOR Gajah Putih itu perlu dibenahi dan ditingkatkan. Kita tahu GOR ini sudah sempurna, namun saat tiba waktu beribadah kita belum memiliki sarana itu. Maka untuk pembangunan tempat ibadah ini kita anggarkan sekitar Rp 1 miliar lebih,” imbuhnya.

Baca juga :

Dari hasil klarifikasi Komisi IV dengan Dinas Pendidikan, pelaksanaan pembangunan masjid di GOR Gajah Putih sudah mulai berjalan tahapan demi tahapan. Selanjutnya, pihaknya akan terus mengawal pembangunan tersebut sehingga kedepannya sarana prasarana di GOR Gajah Putih satu per satu terwujud.

Advertisement

Masih kata Sukarudin, untuk RSUD dr Soedomo Trenggalek, Komisi IV meminta agar pedagang yang berjualan di depan gedung rumah sakit agar segera pindah dan menempati lokasi yang telah disiapkan yang ada di belakang gedung rumah sakit. “Kita juga menginginkan kaitannya pelayanan VIP yang ada di RSUD dr Soedomo Trenggalek, agar dokter spesialis itu siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Usulan ini, sebenarnya sudah kita minta bertahun-tahun lalu dan insyaallah akan dikabulkan tahun ini,” jelas politisi PKB ini.

Dirinya juga menyoroti, soal pelayanan antara Unit Stroke dan gedung baru RSUD dr Soedomo Trenggalek. Mengingat, lokasinya tidak dalam satu gedung, maka Komisi IV menginginkan adanya penghubung (connection) antar keduanya agar mempermudah dan mempercepat pelayanan pasien kedepannya.

“Terakhir, untuk rumah sakit Panggul yang menjadi persoalan adalah akreditasi dan beberapa rekomendasi seta minimnya SDM yang ada. Sehingga dalam hal ini kita perlu duduk bareng membahas soal rumah sakit Panggul agar segera bisa bekerjasama dengan BPJS,” paparnya.

Komisi IV berharap, dengan terselesaikannya persoalan itu, rumah sakit Panggul bisa segera beroperasi dan mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara maksimal. (mil/sit)

Advertisement
Advertisement
Lewat ke baris perkakas