Hukum & Kriminal
Bayi Laki-laki Dibuang di Tempat Sampah Kota Malang

Memontum Kota Malang – Sesosok bayi laki-laki dalam kondisi hidup, Selasa (04/01/2022) malam, ditemukan di Jalan Joyomulyo, Gang II RT 3/RW 3, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Bayi tersebut ditemukan tergeletak di atas tempat sampah.
Kejadian ini, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Lowokwaru hingga petugas segera tiba di lokasi kejadian. Hingga Rabu (05/01/2022) sore, petugas masih melakukan penyelidikan dan bayi tersebut masih dalam perawatan di RSSA Malang.
Informasi Memontum.com, bahwa bayi itu ditemukan sekitar pukul 23.00. Tiba-tiba warga sekitar dikejutkan dengan suara tangisan bayi. “Anak saya terbangun setelah mendengar suara tangisan bayi. Dia kemudian membangunkan saya untuk melakukan pengecekan,” ujar Chairuddin (60), warga sekitar.
Baca juga :
- Libur Lebaran, Pemkab Banyuwangi Tetap Buka Pelayanan Adminduk
- Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Pengadaan Tanah Polinema Dituntut 12 Tahun Penjara
- Pasar Murah Berbuntut Ricuh, Diskopindag Kota Malang Siapkan Skema Baru
- Bupati Rejang Lebong Ditetapkan Tersangka Dugaan Suap Fee Proyek, Wabup Tak Terbukti
- Permintaan Daging Sapi Meningkat, Pemkab Banyuwangi Lakukan Tes Cepat Standar ASUH
Suara tangisan bayi juga didengar anak kos yang tinggal tidak jauh dari lokasi. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan bayi tersebut berada dalam kardus yang berada di atas tempat sampah. “Dua anak kos tersebut meminta tolong karena menemukan bayi. Saat itulah, saya dan anak saya pun keluar dari rumah. Bayi laki-laki itu dalam kondisi sehat. Saat ditemukan, bayi itu diselimuti kain kerudung dan beralaskan kain celana warna biru,” ujarnya.
Diduga, bayi itu baru dilahirkan karena ari-arinya masih menempel. Tak lama kemudian petugas Polsek Lowokwaru tiba di lokasi kejadian. Karena takut terjadi apa-apa dengan kondisi bayi, segera dilarikan ke RSSA Malang.
Kapolsek Lowokwaru, Kompol Suyoto membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. “Kami masih melakukan penyelidikan,” ujar Kompol Suyoto. (gie)
















