SEKITAR KITA
Buka Festival Makanan, Fatik Syah Harap Sajian Kuliner Khas Trenggalek Bisa Naik Kelas

Memontum Trenggalek – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Fatihatur Rohmah, membuka Festival Makanan Khas Trenggalek di Pendopo Manggala Praja Nugraha. Istri Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, ini berharap sajian kuliner asli Trenggalek bisa semakin naik kelas kedepannya.
Dalam festival ini, setiap perwakilan kecamatan menghadirkan menu andalan lodho dan pindang sapi. Kuliner lezat khas Trenggalek, ini dilombakan dalam rangka memperingati Hari Ibu tahun 2022.
“Semoga kegiatan ini dapat menginventarisir warisan budaya tak berbenda Trenggalek yang suatu saat diharapkan bisa menjadi brand yang naik kelas,” ungkap Fatik-sapaan akrabnya, Selasa (15/11/2022) sore.
Baca juga :
- THR ASN Pemkot Malang Naik Rp 42,6 Miliar, Pencairan Tunggu Kebijakan Pusat
- Pemkab Malang Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana Puting Beliung di Kecamatan Bantur
- Proses Izin Rumit, IAI Cabang Trenggalek Hearing Dengar Pendapat bersama DPRD
- Siswa SMAN 3 Kota Malang Sambut Antusias MBG Ramadan
- DPRD Trenggalek bersama Eksekutif Bahas Raperda Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Tidak hanya tampilannya saja yang dinilai oleh dewan juri pada sajian lodho dan pindang sapi, namun juga dari segi rasa, higienitas, serta kandungan nilai gizi harus benar-benar memenuhi syarat agar mendapatkan nilai maksimal. “Rangkaian peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan lebih awal pada masa pemulihan ekonomi, diharapkan sebagai salah satu ikhtiar kita dalam meningkatkan ekonominya,” imbuhnya.
Fatik juga menambahkan, sebagai lanjutan kegiatan ini, Kamis (17/11/ 2022) besok, juga akan dilaksanakan seminar yang bertajuk kuliner. “Materinya terkait pengurusan sertifikat halal, pendampingan UMKM dan lain-lainnya,” terang ibu satu anak ini.
Perlu diketahui, Trenggalek mempunyai beragam makanan tradisional di antaranya ayam lodho, pindang sapi, nasi gegok dan lain sebagainya. “Makanan tradisional akan mampu menjadi penyemangat serta inspirasi, khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Trenggalek untuk berkiprah lebih serius di usaha kuliner. Dan dengan membuat inovasi pengembangan makanan khas tradisional yang kita miliki, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan luar daerah agar mau datang ke Trenggalek,” ujar Fatik. (mil/gie)














