Pemerintahan
Bupati Instruksikan Balai Desa jadi Posko Sementara Gempa

Memontum Lumajang – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, meminta para camat menggunakan Balai Desa sebagai posko sementara. Intruksi tersebut menyusul pasca terjadinya gempa magnitudo 6,7 SR yang berpusat di barat daya Kabupaten Malang, Sabtu (10/04).
“Semua camat, identifikasi rumah yang rusak, persiapkan balai desa untuk tempat sementara, dan persiapkan untuk kebutuhan makanan secara swadaya,” ujar bupati.
Baca juga:
- Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar
- Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum
- Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya
- Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat
- Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar
Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati menyampaikan bahwa tim gabungan dari BPBD Lumajang, TNI dan Polri saat ini tengah melakukan identifikasi sejauh mana dampak gempa yang terjadi.
Wabup menyampaikan bahwa berdasarkan laporan sementara dampak gempa mengakibatkan beberapa rumah di Kecamatan Pronojiwo dan Pasrujambe dilaporkan rusak ringan hingga berat. Saat gempa warga banyak yang berhamburan ke luar rumah.
“Beberapa rumah rusak parah dan beberapa rusak sedang ringan ini masih diidentifikasi, rumah yang rusak tidak hanya di perbatasan Lumajang-Malang saja, namun juga beberapa rumah di sekitar kota juga dilaporkan terdampak,” ujarnya.
Selain itu, wabup melaporkan bahwa ada 1 korban jiwa yang meninggal dunia akibat terkena bongkahan batu di KM 55 Piket Nol. Wabup mengimbau, pengguna jalan khususnya tetap waspada selama melintasi jalur piket nol karena rawan longsor.
Wabup Indah Amperawati juga meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak perlu panik mengantisipasi terjadinya gempa susulan. “Saya mengimbau masyarakat tetap waspada tetapi tidak perlu panik, karena kalau panik akan semakin membuat tidak bisa berfikir jernih dalam mengevakuasi diri mereka,” imbaunya. (kom-lmj/adi/ed2)
















