Kota Malang
Cegah Radikalisme, Wali Kota Malang Gelar Sosialisi bersama 110 Linmas Wilayah Blimbing

Memontum Kota Malang – Sebanyak 110 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kecamatan Blimbing, Kota Malang, mengikuti sosialisasi pencegahan paham radikalisme dan penanganan konflik sosial di Aula Kecamatan Blimbing, Rabu (16/11/2022) siang.
Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, yang juga memberikan edukasi serta literasi yang berkaitan dengan masalah penangkalan dan bagaimana paham radikal, termasuk juga konflik sosial. Sehingga, menurutnya para Linmas perlu untuk diberikan pemahaman tersebut.
“Karena konflik sosialkan saat ini mudah terhasut, ada berita hoax, ada berita-berita yang tidak (benar), sehingga Linmas itu diberikan pemahaman. Harapannya mereka terbekali itu,” papar Wali Kota Sutiaji.
Menurutnya, sosialisasi tersebut juga untuk mewaspadai hal-hal yang tidak diinginkan (radikal) di wilayah tersebut. Apalagi, saat ini juga menjelang tahun-tahun politik, yang menjadi masa transisi.
Baca juga :
- Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia
- Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat
- Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan
- Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan
- Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil
“Semua harus mewaspadai masalah ini. Terlebih ini menjelang tahun-tahun politik. Khawatir ada goncangan-goncangan,” katanya.
Lebih lanjut dirinya juga mengapresiasi, tugas dari para Linmas dan tidak lupa berterima kasih kepada mereka. Dirinya berpesan, jika ke depan ditemukan hal-hal yang tidak diinginkan, bisa segera melapor pada pihak yang berwajib.
“Kalau nanti ada apa-apa, Linmas harus segera melapor ke kepolisian, kepada TNI, supaya bisa ditindaklanjuti,” lanjutnya.
Dalam sosialiasi tersebut, orang nomor satu di lingkungan Pemkot Malang itu, tidak memberikan materi yang berlebihan. Hanya, memberikan pesan moral dengan cara yang menyenangkan, sehingga bisa dipahami. (hms/rsy/sit)
















